Sindroma Kawasaki
Sudahkah diri anda masuk dalam silsilah indonesia? Daftar sekarang


Kembali   indonesia > Menjadikan Hidup Kita Lebih Baik > Gaya Hidup dan Kesehatan
Register
Lupa password
Gabung Sekarang Email Mesin Pencari Video

Sindroma Kawasaki

Persoalan Sudah ditutup
 
LinkBack Alat Persoalan Cari Di Persoalan Ini Mode Tampilan
  #1  
nurcahyo's Avatar
Masyarakat Senior


 
Tulisan: 3,514
Bintang Penghargaan : 33

Jawaban Terbaik Belum di Pilih oleh Pembuka: Sindroma Kawasaki

Sindroma Kawasaki
DEFINISI

Sindroma Kawasaki (Sindroma Kelenjar Getah Bening Mukokutaneus, Poliarteritis Infantil) adalah suatu penyakit non-spesifik, tanpa agen infeksius tertentu, yang menyerang selaput lendir, kelenjar getah bening, lapisan pembuluh darah dan jantung.

PENYEBAB

Penyebabnya tidak diketahui.

Sindroma Kawasaki pertama kali ditemukan di Jepang pada akhir tahun 1960.
Penyakit ini menyerang anak berumur 2 bulan sampai 5 tahun dan 2 kali lebih sering ditemukan pada anak laki-laki.

GEJALA

Gejalanya berupa:
- Demam yang turun-naik, tetapi biasanya diatas 39° Celsius, sifatnya menetap (lebih dari 5 hari) dan tidak memberikan respon terhadap asetaminofen maupun ibuprofen dalam dosis normal
- Rewel, tampak mengantuk
- Kadang timbul nyeri kram perut
- Ruam kulit di batang tubuh dan di sekeliling daerah yang tertutup popok
- Ruam pada selaput lendir (misalnya lapisan mulut dan vagina)
- Tenggorokan tampak merah
- Bibir merah, kering dan pecah-pecah
- Lidah tampak merah (strawberry-red tongue)
- Kedua mata menjadi merah, tanpa disertai keluarnya kotoran
- Telapak tangan dan telapak kaki tampak merah, tangan dan kaki membengkak
- Kulit pada jari tangan dan jari kaki mengelupas (pada hari ke 10-20)
- Pembengkakan kelenjar getah bening leher
- Nyeri persendian (atralgia) dan pembengkakan, seringkali simetris (pada sisi tubuh kiri dan kanan).

Sindroma Kawasaki
Sindroma Kawasaki


KOMPLIKASI

Sekitar 5-20% penderita mengalami komplikasi jantung, yang biasanya timbul pada minggu ke 2-4:
# Peradangan arteri koroner (arteri yang membawa darah ke jantung)
# Aneurisma (pelebaran bagian dari arteri koroner)
# Perikarditis (peradangan kantung jantung)
# Miokarditis akut (peradangan otot jantung)
# Gagal jantung
# Kematian otot jantung (infark miokardium).

Komplikasi lainnya:
# Ruam yang tidak biasa uveitis anterior)
# Nyeri atau peradangan sendi (terutama sendi-sendi yang kecil)
# Peradangan non-infeksius pada selaput otak (meningitis aseptik)
# Peradangan kandung empedu
# Diare.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan jika terjadi demam selama lebih dari 5 hari dan ditemukan 4 dari 5 gambaran berikut:
- Ruam kulit
- Alat gerak (lengan dan tungkai ) merah dan membengkak
- Mata merah
- Perubahan pada bibir dan mulut
- Pembengkakan kelenjar getah bening.

Pemeriksaan yang biasa dilakukan:
# EKG dan ekokardiografi, bisa menunjukkan tanda-tanda dari miokarditis, perikarditis, artritis, meningitis aseptik atau vaskulitis koroner
# Hitung darah lengkap (menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih dan anemia (berkurangnya jumlah sel darah merah); pemeriksaan darah berikutnya menunjukkan peningkatan jumlah trombosit
# Rontgen dada
# Analisa air kemih (bisa menunjukkan adanya nanah atau protein dalam air kemih).

PENGOBATAN

Pengobatan dini secara berarti dapat mengurangi resiko terjadinya kerusakan pada arteri koroner dan mempercepat pemulihan demam, ruam dan rasa tidak nyaman.
Selama 1-4 hari diberikan immunoglobulin dosis tinggi melalui infus dan aspirin dosis tinggi melalui mulut. Setelah demam turun, biasanya aspirin dalam dosis yang lebih rendah diberikan selama beberapa bulan untuk mengurangi resiko kerusakan arteri koroner dan pembentukan bekuan darah.

Dilakukan beberapa kali pemeriksaan EKG untuk mendeteksi adanya komplikasi jantung.
Aneurisma yang besar diobati dengan aspirin dan obat anti pembekuan (misalnya warfarin). Aneurisma yang kecil cukup diatasi dengan aspirin.
Jika anak menderita influenza atau cacar air, untuk mengurangi resiko terjadinya sindroma Reye, sebaiknya untuk sementara waktu diberikan dipiridamol, bukan aspirin.


PROGNOSIS

Jika tidak terjadi komplikasi jantung, biasanya akan terjadi pemulihan sempurna.
Sekitar 1-2% penderita meninggal, biasanya akibat komplikasi jantung; 50% diantaranya meninggal pada bulan pertama, 75% meninggal pada bulan kedua, 95% meninggal pada bulan keenam. Tetapi kematian bisa terjadi 10 tahun kemudian dan kadang secara tiba-tiba.

Aneurisma yang kecil cenderung menghilang dalam waktu 1 tahun, tetapi arteri koroner tetap lemah sehingga beberapa tahun kemudian timbul kelainan jantung.



SUMBER : Apotik online dan media informasi obat - penyakit :: m e d i c a s t o r e . c o m
Persoalan Sudah ditutup


Alat Persoalan Cari Di Persoalan Ini
Cari Di Persoalan Ini:

Pencarian Lebih Lanjut
Mode Tampilan

Loncat Forum

Persoalan Serupa
Persoalan Pembuka Forum Jawaban
Sindroma 4p nurcahyo Gaya Hidup dan Kesehatan 2
Virus Kawasaki andy_baex Gaya Hidup dan Kesehatan 1
Sindroma Down nurcahyo Gaya Hidup dan Kesehatan 0
Sindroma Liddle mozilla_solo1 Gaya Hidup dan Kesehatan 0
Virus Kawasaki mozilla_solo1 Gaya Hidup dan Kesehatan 0

Sponsor
Program Menghasilkan Uang Dengan Cara Cepat
Website Anda Masuk 10 Besar di Google, Halaman Pertama, Hanya Dalam Hitungan Jam
Solusi Disfungsi Seksual Untuk Pria, Untuk Kebahagiaan Suami Istri Indonesia


Masih Baru di indonesiaindonesia.com? Tutorial Advanced

Cari di indonesiaindonesia



Powered by vBulletin® Version 3.6.8
Copyright ©2000 - 2009, Jelsoft Enterprises Ltd.
SEO by vBSEO 3.2.0

indonesiaindonesia.com bertujuan mempertemukan dan menyatukan semua orang indonesia dalam satu tempat, dalam satu waktu
menyambung silsilah setiap orang indonesia, sekaligus menjadi sumber informasi berbahasa indonesia terbesar di internet dalam forum
posting dan komentar merupakan opini publik, isi di luar tanggung jawab indonesiaindonesia.com
Sindroma Kawasaki