![]() Sudahkah diri anda masuk dalam silsilah indonesia? Daftar sekarang |
|
||||||||||
Gossipin Tv dan Film (Tayangan Empat Mata Dihentikan) |
|
|
|
|
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Display Modes |
|
#1
|
|||
|
|||
|
Jawaban Terbaik Belum di Pilih oleh OP: Gossipin Tv dan Film (Tayangan Empat Mata Dihentikan)
Menggugat Tanggung Jawab TV 03 Oct 2007, Sungguh menarik untuk menyimak keprihatinan KH Salahuddin Wahid, sebagaimana yang dilansir Republika (Jumat, 21/9/07). Di situ Gus Solah menyatakan bahwa motif bisnis tayangan Ramadhan hanya merusak puasa. Hura-hura dan kuis berbau judi masih mendominasi dan belum mengarah pada upaya meningkatkan nilai puasa. Umumnya, televisi masih melihat Ramadhan lebih sebagai peluang bisnis. Kesadaran kritis Gus Solah tersebut, patut menjadi perhatian bagi khalayak pemirsa Indonesia, khususnya kalangan opinion leader (pemuka pendapat). Diduga kuat, masyarakat pemirsa televisi saat ini, umumnya sedang terkena sihir informasi media siaran TV yang begitu menggoda dan menghibur, tetapi belum tentu mendidik dan mencerahkan. Bahkan, sangat boleh jadi, TV dengan kemasan program acaranya saat ini, telah terposisikan sebagai 'agama baru' masyarakat Indonesia. Di antara alasan menjadikan TV sebagai agama baru adalah karena TV telah cenderung mengambil alih sejumlah ciri dan fungsi sebuah agama berikut. Pertama, TV telah menjadi sesuatu yang sangat dipentingkan dan diutamakan. Nilai pentingnya sebuah TV dalam rumah tangga telah menjadi kebutuhan dasar secara berjamaah, sebagaiman layaknya sebuah agama. Di samping itu, TV tidak hanya sebagai kebutuhan dasar, tapi telah menjadi simbol prestise, sekaligus aksesori utama. Kedua, sebagai 'agama baru', TV dengan program acaranya juga sudah dapat mengatur jadwal seseorang menjadi kegiatan yang bersifat rutin dalam sehari semalam, sebagaimana layaknya kewajiban beribadah secara rutin dari sebuah ajaran agama. Tengoklah, bagaimana para pemirsa mengikuti siaran langsung sepak bola dunia pada dini hari. Mereka rela begadang semalaman dan pada akhirnya kerap meninggalkan kewajiban agama berupa shalat shubuh. Dengan kata lain, saat itu, mereka telah melakukan 'perpindahan' agama. Ketiga, jika agama mempunyai penyeru yang oleh pengikutnya dijadikan idola dan panutan, maka saat ini pun, TV sudah memiliki ciri tersebut. TV telah melahirkan sejumlah 'nabi' baru, berikut ajarannya, yang kemudian dengan setia diikuti secara fanatik oleh sejumlah pengikutnya. Umumnya, pengikut ajaran 'agama baru' dari TV tersebut, telah menganut agama formal sesuai yang tercantum di KTP secara turun-temurun. Dengan demikian, sangat boleh jadi mereka telah mempraktikkan secara berbaur kedua ajaran tersebut. Namun, saat jadwal keduanya bertabrakan dan harus memilih salah satunya, maka yang paling sering memenangkannya adalah 'ajaran agama' yang diperkenalkan oleh TV. Tidak mendidik Simaklah, bagaimana wajah sinetron kita yang tak bosan-bosannya memilih setting rumah mewah, dengan hidup gaya aktor dan artis yang glamour, kemudian memainkan peran yang kental diwarnai konflik perselingkuhan, perebutan harta, persaingan jabatan dalam bisnis eksekutif, dan sebagainya. Akal sehat dalam memandang gerak kehidupan yang seharusnya lebih dominan bernuansa kerja keras, disertai do'a dengan tata cara beragama secara benar, nyaris tak kelihatan dalam sinetron kita. Jika ditampilkan, maka itu pun dikemas dengan cara yang amat sederhana. Hidup berdasarkan agama, digambarkan begitu simpel atau simplistik. Sebagai gambaran singkat, dari tahun 2006 terdapat sekitar 180 judul sinetron dengan 3.641 episode dan 4.020 jam tayang. Kesemuanya, hanya menggambarkan tema di seputar seks, kekerasan dan mistik, serta glamournya kehidupan elite kota. Khusus untuk tahun ini, sejak bulan Agustus lalu, frekuensi penayangan sinetron remaja dominan mewarnai stasiun TV besar. Di pekan terakhir Agustus misalnya, jumlah episode sinetron remaja mencapai kurang lebih 91 episode di sejumlah stasiun TV dengan masa tayang sekitar 123 jam dalam sepekan. Keluhan dari berbagai lapisan masyarakat sudah menunjukkan keprihatinan yang mendalam dan mengkhawatirkan. Hal-hal yang terkait dengan kekerasan, seks, mistik, dan moral rendah, digambarkan dalam format yang tidak semestinya ada dalam tayangan yang ditujukan untuk remaja. Adegan pertengkaran, intrik, pacaran sebagai hal biasa dan wajar, pelecehan guru, dan atribut sekolah, dengan tampilan pakaian sekolah secara semi transparan dan minim, cukup banyak dan sering ditampilkan untuk segmen remaja. Keprihatinan kita semakin serius, karena saat jam penayangannya, juga serta-merta dapat ditonton oleh anak usia SD, karena jam tayang yang acak, serta selisih waktu antara Indonesia bagian barat dan timur Selama ini, kehidupan Jakarta dengan segala problematikanya, telah mendominasi segmen dan setting acara TV, khususnya TV swasta. Dampak dari pola setting dan segmen acara yang sangat Jakarta sentris tersebut, akhirnya berakibat pada imitasi tingkah laku khalayak pemirsa yang berpatron pada pola dan gaya hidup ala Jakarta. Sementara itu, akar persoalan khalayak pemirsa pada umumnya, justru lebih bernuansa lokal. Akibatnya, banyak terjadi alienasi dalam menyelesaikan persoalan kehidupan di masyarakat pedesaan. Kesemua buah permasalahan tersebut, tidaklah terlepas dari sistem dan struktur penyiaran yang sepenuhnya belum berubah dalam memperlakukan ruang publik, sesuai tuntutan reformasi, guna memenuhi hak atas aspirasi sebagian besar masyarakat Indonesia. Padahal, secara perundang-undangan telah dengan jelas diatur upaya untuk mengantisipasi berbagai permasalahan, yang selama ini diduga kuat sebagai kondisi dan faktor yang tidak lagi layak untuk dipertahankan dalam pertumbuhan peran dunia penyiaran Indonesia. Di antara aspek yang diatur tersebut, adalah keharusan bagi segenap lembaga penyiaran swasta (Khususnya televisi) untuk segera (Desember 2007) menyesuaikan diri (setelah diberi waktu selama lima tahun) dalam sistem siaran yang berjaringan Namun, tuntutan undang-undang tersebut yang kemudian diperkuat oleh desakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) agar segenap lembaga penyiaran TV swasta segera mengalokasikan program siaran yang bernuansa lokal, berikut struktur penyiaran yang berjaringan, ternyata tak direspons secara positif oleh segenap lembaga penyiaran swasta. Pemilik dan sebagian pengelola TV swasta merasa keberatan, dengan alasan takut rugi secara finansial... . Berjaringan, berarti harus berinvestasi ke daerah, sementara dalam hitungannya, modal belum tentu bisa kembali. Meskipun telah diketahui bersama, bahwa selama ini sebagian dari mereka telah maraup keuntungan ekonomi yang tidak sedikit. Pertanyaannya adalah, apakah keuntungan ekonomi yang mereka peroleh itu, telah disadari sebagai hasil dari pemanfaatan frekuensi yang pemilik azalinya adalah rakyat yang sebagaian besar ada di daerah luar Jakarta? Mereka sebagai pengguna yang kemudian menguasai frekuensi yang terbatas itu, sesungguhnya hanyalah diamanati lewat lembaga negara (KPI dan pemerintah) untuk mengunakannya sebaik dan sebenar mungkin. Bahwa sampai detik ini, cara menggunakan amanat frekuensi tersebut justru cuma menghasilkan sampah informasi, maka di situlah persoalannya. (Penulis Aswar Hasan adalah alumnus The International Institute of Human Rights Strasbourg Perancis, Ketua KPID Sulawesi Selatan) 1. Dampak Isi Pesan Media Massa http://ccc.1asphost.com/assalam/Arti...tail.asp?Id=77 3. Pengaruh Televisi pada Perubahan Perilaku http://ccc.1asphost.com/assalam/Arti...tail.asp?Id=64 5. Antara Televisi, Anak, dan Keluarga (Sebuah Analisis) http://ccc.1asphost.com/assalam/Arti...tail.asp?Id=29 6. Jangan Jadikan sebagai Kekuatan Dahsyat yang Tak Bernurani http://ccc.1asphost.com/assalam/Arti...tail.asp?Id=27 10. Peran Media Komunikasi Modern (TV) sebagai Sarana untuk Menghancurkan http://ccc.1asphost.com/assalam/Arti...ail.asp?Id=101 |
|
#2
|
|||
|
|||
|
Re: ^.^ Menggugat Tanggung Jawab TV
Pick N Kick TV Program
http://picknkick.multiply.com/journal http://picknkick.multiply.com/ Quote:
Indonesia - Distasteful TV and Public Behaviour http://www.indrani.net/2007/07/indon...blic_behaviour |
|
#3
|
|||
|
|||
|
Re: ^.^ Menggugat Tanggung Jawab TV
kutipan:
http://picknkick.multiply.com/journa..._LATIVI_-_tips Quote:
|
|
#4
|
|||
|
|||
|
Re: ^.^ Menggugat Tanggung Jawab TV
HANYA MASYARAKAT BODOH YANG TONTON SINETRON!!!! JAKARTA - "Hanya Yogya yang punya gudeg dan Padang dengan rendangnya. Dan hanya masyarakat bodoh yang menonton sinetron remaja yang seperti itu" ujar Slamet Raharjo, sutradara yang juga aktor senior Indonesia, saat menyampaikan tanggapannya atas "potret sinetron remaja di Indonesia saat ini" dalam acara seminar "Wajah Buram Sinetron Remaja Indonesia", di Kampus Universitas Paramadina Jakarta. Oleh sebab itu Slamet Raharjo menyambut baik upaya kalangan perguruan tinggi yang peduli terhadap sinetron Indonesia dan film Indonesia pada umumnya lalu melakukan penelitian yang mendalam. Penelitian itu, katanya, menjadi penting dan harus menjadi pegangan untuk melakukan tindak lanjut. "Terlalu banyak catatan yang bernilai negatif terhadap dampak yang diberikan oleh sinetron remaja Indonesia pada saat ini, terlebih pada perkembangan anak-anak dan remaja Indonesia" ujar lelaki kelahiran Serang, Banten, 21 Januari 1949 itu. Slamet menjelaskan, film dan sinetron yang ada sekarang termasuk sinetron remaja merupakan penggambaran atas realitas kehidupan yang disajikan dalam bentuk karya seni akting di dalam pertelevisian. Sinetron remaja yang berkualitas menurutnya adalah sinetron yang mengikuti kaidah-kaidah dan memiliki pijakan azas sinematographi yang jelas, selain estetika yang baik. Tetapi, aktor yang pernah main dalam film "Badai Pasti Berlalu" (2007) film remark judul yang sama produksi 1977 itu melihat begitu banyak produk sinetron atau film remaja yang membodohi masyarakat yang tidak bisa dibiarkan terus berlangsung. Terhadap fenomena itu, katanya, harus ada yang bertanggung jawab, dan pihak yang seharusnya bertanggung jawab ialah Presiden dan kalangan intelektual. Jangan hanya menonton dan membiarkan semuanya seakan tidak pernah terjadi sesuatu yang salah. Ayo bertindak! Jangan berhenti hanya sebatas wacana dan data-data saja" ujar sutradara film "Telegram" (2000) itu. Peraih Pila Citra ini juga menegaskan bahwa selain harus ada yang bertanggung jawab juga harus ada kerjasama antara pihak akademis dan praktisi agar pertelevisian Indonesia dapat menyajikan tontonan yang sehat dan mendidik untuk perkembangan anak-anak dan remaja. http://www.banjarmasinpost.co.id/con...iew/18095/180/ |
|
#5
|
|||
|
|||
|
Re: ^.^ Menggugat Tanggung Jawab TV
HANYA MASYARAKAT BODOH YANG TONTON SINETRON!!!! JAKARTA - "Hanya Yogya yang punya gudeg dan Padang dengan rendangnya. Dan hanya masyarakat bodoh yang menonton sinetron remaja yang seperti itu" ujar Slamet Raharjo, sutradara yang juga aktor senior Indonesia, saat menyampaikan tanggapannya atas "potret sinetron remaja di Indonesia saat ini" dalam acara seminar "Wajah Buram Sinetron Remaja Indonesia", di Kampus Universitas Paramadina Jakarta. Oleh sebab itu Slamet Raharjo menyambut baik upaya kalangan perguruan tinggi yang peduli terhadap sinetron Indonesia dan film Indonesia pada umumnya lalu melakukan penelitian yang mendalam. Penelitian itu, katanya, menjadi penting dan harus menjadi pegangan untuk melakukan tindak lanjut. "Terlalu banyak catatan yang bernilai negatif terhadap dampak yang diberikan oleh sinetron remaja Indonesia pada saat ini, terlebih pada perkembangan anak-anak dan remaja Indonesia" ujar lelaki kelahiran Serang, Banten, 21 Januari 1949 itu. Slamet menjelaskan, film dan sinetron yang ada sekarang termasuk sinetron remaja merupakan penggambaran atas realitas kehidupan yang disajikan dalam bentuk karya seni akting di dalam pertelevisian. Sinetron remaja yang berkualitas menurutnya adalah sinetron yang mengikuti kaidah-kaidah dan memiliki pijakan azas sinematographi yang jelas, selain estetika yang baik. Tetapi, aktor yang pernah main dalam film "Badai Pasti Berlalu" (2007) film remark judul yang sama produksi 1977 itu melihat begitu banyak produk sinetron atau film remaja yang membodohi masyarakat yang tidak bisa dibiarkan terus berlangsung. Terhadap fenomena itu, katanya, harus ada yang bertanggung jawab, dan pihak yang seharusnya bertanggung jawab ialah Presiden dan kalangan intelektual. Jangan hanya menonton dan membiarkan semuanya seakan tidak pernah terjadi sesuatu yang salah. Ayo bertindak! Jangan berhenti hanya sebatas wacana dan data-data saja" ujar sutradara film "Telegram" (2000) itu. Peraih Pila Citra ini juga menegaskan bahwa selain harus ada yang bertanggung jawab juga harus ada kerjasama antara pihak akademis dan praktisi agar pertelevisian Indonesia dapat menyajikan tontonan yang sehat dan mendidik untuk perkembangan anak-anak dan remaja. http://www.banjarmasinpost.co.id/con...iew/18095/180/ |
|
#6
|
||||
|
||||
|
10 Tayangan TV Bermasalah versi KPI
Sabtu, 10 Mei 2008,
Sepuluh Tayangan Bermasalah Versi KPI JAKARTA - Acara variety show, Extravaganza, yang muncul di Trans TV dinyatakan tak layak tayang. Acara yang antara lain dibintangi Aming, Tora Sudiro, dan Virnie Ismail itu termasuk di antara 10 tayangan bermasalah yang dirilis Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) kemarin (9/5). Saat jumpa pers di Kantor KPI, Extravaganza disebut bermasalah karena menampilkan rangkaian tindakan yang mengesankan kekerasan fisik. Banyak kekerasan secara verbal, percakapan yang mengarah vulgar, serta tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan. KPI juga menangkap pelanggaran yang secara garis besar hampir sama pada sembilan acara lain. Yaitu, Cinta Bunga (SCTV), Dangdut Mania Dadakan2 (TPI), Jelita (RCTI), Mask Rider Blade (antv), Mister Bego (antv), Namaku Mentari (RCTI), Rubiah (TPI), Super Seleb Show (Indosiar), dan Si Entong (TPI). "Contohnya Si Entong. Sinetron itu tidak jelas tayangan untuk anak atau remaja. Banyak kata-kata kasar dan penggambaran anak yang tidak mendidik," kata Nina Armando, salah seorang tim panelis yang menjadi narasumber. "Misalnya, anak-anak pacaran. Kemudian, ada penggambaran guru yang melecehkan, tidak memperhatikan norma kesopanan, dan tidak mencantumkan klasifikasi acara," jelasnya. Penetapan 10 tayangan bermasalah itu berdasar hasil evaluasi tim panelis yang diketuai Prof Dr Arief Rahman dengan dibantu 11 orang analis independen. Pemantauan difokuskan kepada tiga jenis acara. Yaitu, sinetron serial, variety show, dan tayangan anak. Suatu tayangan dinilai bermasalah apabila mengandung unsur kekerasan fisik, sosial, dan psikologis. Menurut Nina, di luar 10 acara itu, bukan berarti yang lain bebas masalah. "Nah! Yang 10 acara itu ternyata terjaring," imbuhnya. Prof Sasa Djuarsa Sendjaja, ketua KPI Pusat, menjelaskan, pihaknya melakukan analisis kualitatif dan mengambil sampel masing-masing tayangan dari tiga kategori yang dinilai itu. Masing-masing acara dipantau selama empat jam, 1-13 April 2008. "Yang potensi masalahnya cukup besar adalah yang kami nilai bermasalah," ujarnya. Sasa menambahkan, pihaknya tidak memberikan sanksi kepada stasiun TV yang menayangkan 10 acara bermasalah itu. Untuk sementara, KPI masih memberikan warning dan menjadi contoh bagi acara lain agar menyajikan yang lebih baik. "Itu gambaran bagi yang lain bahwa ini lho yang salah," tambahnya.(gen/tia)
__________________
Tolong bacakan Lailahailallah, Allahuakbar, dan Surat Al-Ikhlas 3x. Karena, Masjidil Aqso dikepung Israel. Makasih.. ![]() ![]() ![]() ![]() |
|
#7
|
|||
|
|||
|
Extravaganza Dicekam KPI
Ini udah kali ketiga Extravaganza, salah satu program komedi Trans TV dicekam KPI lantaran leluconnya banyak menjurus ke "sesuatu" yang tidak pantas. KPI menganggap kalau aksi Tora Sudiro & Aming cs ngak pantas ditayangkan pada jam dimana anak-anak bisa melihatnya dengan leluasa.
setelah dapat peringatan sebanyak dua kali dari pihak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan ternyata dirasa hasilnya sama aja, Extravaganza nggak boleh ditayangin lagi di Tv. Tapi kabar lain menyebutkan kalo Eztravaganza masih diberi kesempatan deadline sampai bulan ramadhan. Yaaah.. padahal ini salah satu acara terfavorit saya dikala BT (bored Total) ![]() |
|
#8
|
||||
|
||||
|
Re: Extravaganza Dicekam KPI
![]() Senin, 7/7/2008 | 17:08 WIB JAKARTA, SENIN - Pemantauan yang dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat sepanjang bulan Mei 2008, kembali menemukan empat tayangan bermasalah. Satu di antaranya, Extravaganza (Trans TV), mendapat teguran terakhir.Bila Trans TV tak segera memperbaiki tayangan tersebut, maka KPI akan menghentikan tayangan tersebut. Koordinator Bidang Isi Siaran KPI Pusat Yazirwan Uzun mengatakan, tiga tayangan lain selain Extravaganza yang bermasalah adalah Ngelenong Nyok (Trans TV), One Piece (Global TV), dan Suami-suami Takut Istri (Trans TV). "KPI Pusat melakukan pemantauan terhadap 285 tayangan anak (episode) dari 92 judul pada sembilan stasiun televisi, yaitu Indosiar, SCTV, TPI, RCTI, Global TV, ANTV, TVRI, Trans TV, Trans7. Program yang dievaluasi adalah program yang tayang pada 1-13 Mei 2008," kata Yazirwan Uyun, Senin (7/7) di Jakarta. Dia menjelaskan, suatu tayangan dinilai bermasalah apabila mengandung unsur kekerasan (fisik dan psikologis) baik dalam bentuk tindakan verbal maupun nonverbal, pelecehan terhadap kelompok masyarakat maupun individual, tidak melindungi kepentingan anak-anak, remaja dan perempuan, serta tidak sesuai dengan norma-norma kesopanan dan kesusilaan. Penetapan ini, menurut Yazirwan Uyun, didasarkan atas hasil evaluasi tim panelis yang diketuai Arief Rahman, Dedy Nur Dihayat, Seto Mulyadi, Nina Armando, Bobby Guntarto. dan RazainiTaher serta dibantu 11 orang analis setelah melalui forum rapat dengan komisioner KPI Pusat. Empat tayangan itu tidak sesuai dengan aturan yang ada dalam UU No 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, khususnya pasal 36 ayat (1), (3), dan pasal 36 ayat (6). Juga tidak sesuai dengan Standar Program Siaran 2007 pasal II ayat (1), Pasal 12 ayat (1) dan (2), Pasal 13 ayat (1) dan Pasal 17, 18, 29, dan pasal 63. Yazirwan menjelaskan, Extravaganza dinilai bermasalah karena mengandung muatan yang vulgar, menyiratkan seks, menampilkan adegan yang melecehkan perempuan. Tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan dan tidak mencantumkan kualifikasi acara. Ngelenong Nyok, juga dinilai banyak mengandung muatan yang vulgar atau mesum. Cukup banyak menampilkan adegan yang melecehkan orang lain, terutama kelompok dengan ukuran/bentuk fisik di luar normal. Tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaaan, tidak menampilkan klasifikasi usia. Tayangan One Piece, menampilkan kekerasan secara ekspresif dan seringkali disertai darah yang terlihat jelas akibat kekerasan tersebut. Karakter-karakter perempuan yang ditampilkan banyak yang berpenampilan sensual. Menampilkan adegan yang meng-close up bagian-bagian tubuh tertentu dari perempuan. Juga tidak menampilkan klasifikasi acara. Sedangkan tayangan Suami-suami Takut Istri, banyak mengangkat tema dewasa/seputar kehidupan suami istri yang tidak pantas ditampilkan pada jam tayang petang, saat anak-anak masih menonton TV. Tayangan ini banyak muatan yang menyiratkan seks. Tayangan ini banyak menampilkan tokoh pemain anak-anak. Anak-anak dilibatkan dalam setting yang tidak pantas. Cukup banyak menampilkan kata-kata kasar yang melecehkan orang lain. Menampilkan bentuk KDRT, dalam hal ini istri yang melakukan kekerasan kepada suami. Tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan, tidak menampilkan klasifikasi acara.(NAL) dari kompas |
|
#9
|
||||
|
||||
|
Re: Extravaganza Dicekam KPI
sudah ada thread yang membahas kecaman KPI terhadap acara-acara bahaya. aku merged, ya..
__________________
Tolong bacakan Lailahailallah, Allahuakbar, dan Surat Al-Ikhlas 3x. Karena, Masjidil Aqso dikepung Israel. Makasih.. ![]() ![]() ![]() ![]() |
|
#10
|
||||
|
||||
|
Re: 10 Tayangan TV Bermasalah versi KPI
Kategori acara TV anak bln Juni-Juli 2008 (Aman, Hati2, Bahaya)
Maraknya program televisi untuk anak yang justru tak layak ditonton anak-anak tentunya mengundang keprihatinan. Komisi Penyiaran Indonesia dan sejumlah penelitian menunjukkan, tak sedikit acara televisi khusus anak yang mengandung unsur kekerasan dan seksual sehingga tak pantas dikonsumsi anak. Pada media Kidia edisi Juni-Juli yang dikeluarkan Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA), disebutkan daftar acara yang masuk dalam kategori Aman, Hati-hati, dan Bahaya untuk anak. Ingin tahu? Tayangan televisi yang Aman bagi anak bukan hanya tayangan yang menghibur, melainkan juga memberikan manfaat lebih. Manfaat tersebut, misalnya pendidikan, memberikan motivasi, mengembangkan sikap percaya diri anak, dan penanaman nilai-nilai positif dalam kehidupan. Sekalipun aman, orangtua diimbau mendampingi anak-anak menonton TV. Sementara itu, tayangan yang masuk dalam kategori Hati-hati adalah tayangan anak yang dinilai relatif seimbang antara muatan positif dan negatif. Sering kali tayangan yang masuk kategori ini memberikan nilai hiburan serta pendidikan dan nilai positif, namun juga dinilai mengandung muatan negatif seperti kekerasan, mistis, seks, dan bahasa kasar yang tidak mencolok. Nah, tayangan yang masuk dalam kategori Bahaya merupakan tayangan yang mengandung lebih banyak muatan negatif, seperti kekerasan, mistis, seks, dan bahasa kasar. Kekerasan dan mistis dalam tayangan yang masuk dalam kategori ini dinilai cukup intens sehingga bukan lagi menjadi bentuk pengembangan cerita, tapi sudah menjadi inti cerita. Tayangan dalam kategori ini disarankan untuk tidak disaksikan anak. Berikut ini adalah daftar acara yang masuk dalam kategori Aman, Hati-hati, dan Bahaya: AMAN: Varia Anak (TVRI), Bocah Petualang, Laptop Si Unyil, Jalan Sesama, Cita-citaku, Si Bolang ke Kota, Buku Harian si Unyil (TRANS7), Surat Sahabat, Cerita Anak, Main Yuk! (TRANS TV), Dora The Explorer, Go! Diego Go!, Chalkzone, Backyardians (TV G), dan Masa Kalah Sama Anak-anak (TV One) HATI-HATI: Idola Cilik Seleb, Rapor Idola Cilik Seleb, Doraemon, Pentas Idola Cilik, Rapor Pentas Idola Cilik (RCTI), Casper, Harveytoon (TPI), Transformers (AN TV), Pokemon Series, Bakugan Battle Brawlers, Konser Eliminasi 6 AFI Junior (IVM), New Scooby Doo Movie (TRANS7), SpongeBob Squarepants, Avatar: The Legend of Aang, Carita De Angel (TVG) BAHAYA: Tom & Jerry, Crayon Sinchan (RCTI), Si Entong, Tom & Jerry, Si Entong 2 (TPI), Popeye Original, Oggy & The Cockroaches (AN TV), Detective Conan, Dragon Ball, Naruto 4 (INDOSIAR), Tom & Jerry (TRANS7), One Piece, Naruto (TVG). Sumber: Kompas Edisi Cetak/Mirifica E-News.
__________________
Tolong bacakan Lailahailallah, Allahuakbar, dan Surat Al-Ikhlas 3x. Karena, Masjidil Aqso dikepung Israel. Makasih.. ![]() ![]() ![]() ![]() |
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | OPening | Forum | Replies | |
| liat empat mata (edit by admin) | kunjungi_donk | Tempat Berkumpul Semua Orang Indonesia | 1 | |
| Kacamata Hitam, Peneduh Mata dan Pelindung Mata | nurcahyo | Gaya Hidup dan Kesehatan | 0 | |