Sukses Kabupaten Sragen Terapkan Teknologi Informasi
Sudahkah diri anda masuk dalam silsilah indonesia? Daftar sekarang


Kembali   indonesia > Indonesia Hari ini > Berita dan Peristiwa, Dari Anda
Register
Lupa password
Gabung Sekarang Email Galeri Foto Video Radio, Tv, Cctv Online Livescore Games Perbarui Daerah Baru

Sukses Kabupaten Sragen Terapkan Teknologi Informasi

Jawab
 
LinkBack Alat Soal Cari Di Soal Ini Mode Tampilan
  #1  
pratama_adi2001's Avatar
Masyarakat Tetap

Klik untuk melihat Contoh Penggunaan
Anda dapat mengirimkan SMS jika menyukai/mendukung/apresiasi/koin donasi/
beasiswa dari sms/terimakasih dari handphone anda kepada masyarakat ini untuk
informasi, berbagi ilmu, profesi, karya seni & kontribusi lain, agar terus berkreasi
Ketik Bintang<spasi>pratama_adi2001<spasi>Komentar Anda. Kirim ke 3477
Contoh Ketik : Bintang pratama_adi2001 Saya suka lagu buatan anda, teruslah berkarya by anto
Dari Telkomsel (Simpati, AS), XL, Flexy dan Fren Rp1.000/SMS + PPN
Dari Indosat (IM3, Mentari) Rp2.000/SMS + PPN
Donasi anda akan diterima masyarakat ini. Dasar dan Contoh Penggunaan SMS Bintang

Total SMS Bintang Yang didapat : 0
 
Tulisan: 376
pratama_adi2001 belum memiliki reputasi
Sukses Kabupaten Sragen Terapkan Teknologi Informasi - Jawaban Terbaik Belum di Pilih

Urus KTP Cukup Dua Menit
Sejak April 2003, Departemen Dalam Negeri (Depdagri) merintis penerapan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK). Setelah lebih dari tiga tahun, ternyata sistem tersebut belum juga berjalan efektif. Namun, di Sragen, Jawa Tengah, pemerintah daerah sudah mampu menjalankan SIAK ala Sragen sendiri. Cara itu ternyata lebih efektif. Bagaimana praktik cerdas tersebut bisa dijalankan? Lalu, apa perangkat pendukungnya? Berikut laporan Hariatni Novitasari dari Jawa Pos Institute of Pro-Otonomi (JPIP).
-------

Kalau Anda penduduk Kabupaten Sragen, Anda hanya butuh waktu dua menit untuk mengurus kartu tanda penduduk (KTP). Biayanya juga tidak mahal. Hanya lima ribu rupiah. Tarif dan waktu pengurusan berlaku di seluruh kecamatan di Sragen. Namun, bagi warga Kecamatan Sragen (kota), KTP juga bisa diurus di Kantor Pelayanan Terpadu (KPT). Di Sragen, pengurusan KTP secara online telah dilimpahkan ke kecamatan bersamaan dengan pendirian KPT pada 2003. Pada awal penerapan metode itu, waktu yang dibutuhkan untuk mengurus KTP masih tiga menit.

Selain pengurusan yang mudah, murah, dan cepat, di Sragen tidak ada lagi penduduk yang memiliki identitas ganda. Begitu satu orang mengurus KTP di satu kecamatan, otomatis dia akan masuk ke sistem database kecamatan tersebut. Jadi, orang tersebut tidak bisa mengurus KTP yang lain di kecamatan lain.

Sebelum 2003, dibutuhkan waktu berhari-hari untuk mengurus KTP. Meski warga sudah memiliki pengantar dari kelurahan, waktu yang dibutuhkan masih lama. Bahkan, tidak ada kejelasan waktu penyelesaian Mengapa demikian? KTP di kecamatan masih diproses secara manual. Dari segi tarif juga tidak transparan. Sangat mungkin pemohon KTP yang ingin mempercepat pengurusan KTP akan dikenai biaya tambahan dari tarif yang sesungguhnya (pungutan liar). Karena antarkecamatan juga belum online, jamak terjadi seorang warga memiliki lebih dari dua KTP (identitas ganda).

Pengurusan KTP yang mudah, murah, cepat, dan transparan di Sragen itu tidak bisa dipisahkan dari keberhasilan Sragen dalam memanfaatkan Wide Areal Network atau yang lazim disebut WAN. WAN merupakan gabungan antar-Local Area Network (LAN). Sebelum WAN dioperasionalkan, Sragen hanya menggunakan LAN. Itu pun hanya bisa menghubungkan jaringan antarsatuan kerja. WAN memanfaatkan gelombang frekuensi yang menyebabkan koneksitas mudah dan bisa menekan biaya operasional.

Sistem jaringan ini dikelola Kantor Pengelolaan Data Elektronik (KPDE). WAN ini telah bisa menghubungkan antarsatuan kerja di Kabupaten Sragen dan seluruh kantor kecamatan di Sragen. Antarsatuan kerja dan kecamatan bisa saling mengakses data. Hasilnya, pada 2006, data kependudukan di 20 kecamatan telah terpadu dan dijamin tidak ada penduduk yang memiliki identitas ganda.

Langkah Kabupaten Sragen menerapkan Sistem Informasi Kependudukan (Simduk) itu tidak jauh dengan SIAK yang telah dirintis Depdagri. SIAK Depdagri yang diluncurkan pada masa pemerintahan Presiden Megawati itu bertujuan agar penduduk Indonesia memiliki nomor induk tunggal yang digunakan untuk semua identitas. Antara lain KTP, surat izin mengemudi (SIM), paspor dan nomor pokok wajib pajak (NPWP). Nomor induk tunggal itu akan dimiliki seseorang dari lahir sampai dengan meninggal dunia.

Dalam praktiknya, SIAK Depdagri juga belum berjalan dengan efektif. Di beberapa daerah yang dijadikan uji coba SIAK justru terjadi kericuhan. Misalnya yang terjadi di Kabupaten Pati pada 2005. Uji coba itu ditentang para kepala desa. Menurut para kepala desa, pelaksanaan SIAK justru membuat pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP menjadi lebih lama dan banyak pengurusan dokumen menjadi macet.

Memang, sejak awal perintisan SIAK pada 2003, pemerintah masih menghadapi banyak hambatan infrastruktur, yaitu listrik dan telepon. Di antara 410 kabupaten/kota di Indonesia, masih ada 45 kabupaten/kota yang tidak memiliki listrik dan telepon. Padahal, untuk menjalankan SIAK, daerah harus memiliki jaringan listrik. Penggunaan jaringan listrik dan saluran telepon itulah yang membuat biaya SIAK menjadi mahal.

Hanya Rp 1,2 Miliar untuk Bangun Sistem

Bupati Untung Wiyono mengungkapkan, teknologi informasi (TI) bisa menjadi sangat mahal tanpa persiapan sumber daya manusia (SDM). Mahal karena daerah tidak mampu menjalankan teknologi tersebut dan melakukan maintenance. Di banyak daerah, jamak terjadi teknologi informasi menjadi terbengkalai setelah ditinggalkan konsultan TI. Kalau daerah ingin sistem informasi tetap berjalan, daerah harus rela mengeluarkan kocek yang bernilai miliaran rupiah untuk membayar jasa konsultan TI.

Namun, hal itu tidak terjadi di Sragen. Sebelum sistem ini dibangun, bupati merekrut tenaga profesional. Rekrutmen dilakukan sendiri oleh bupati yang berlatar belakang pengusaha itu. Tenaga profesional yang direkrut adalah orang Sragen asli yang berpengalaman di sektor swasta. Gaji mereka pun disamakan dengan gaji ketika bekerja di sektor swasta. Total tenaga profesional yang direkrut 112 orang. Empat di antaranya ahli TI yang kemudian dijadikan staf di Kantor Pengelolaan Data Elektronik (KPDE). Selanjutnya, KPDE mulai membangun sistem jaringan ini.

Awal dibangun, jaringan itu belum terhubung dengan kecamatan. Hanya terbatas pada satuan kerja penghasil pendapatan asli daerah (PAD). Tujuan dibangunnya jaringan itu untuk mengontrol laporan harian. Dari sini, penghasilan satuan kerja PAD bisa dicek setiap hari.

Setelah sukses diterapkan di lembaga teknis, sistem online diterapkan di kecamatan. Online dengan kecamatan inilah yang kemudian dimanfaatkan untuk keperluan Simduk. Setelah semua dinas teknis dan kecamatan online, pada 2007 ini, giliran desa untuk online. Jadi, data antarsatuan kerja, kecamatan ,dan desa akan terpadu.

Lalu berapa anggaran yang dihabiskan Sragen untuk membangun sistem online ini? Menurut Untung Wiyono, untuk membangun sistem online sejak 2002, pemda hanya menghabiskan Rp 1,2 miliar. Kalau menggunakan konsultan dari luar, dibutuhkan lebih dari Rp 7 miliar untuk membangun sistem ini. Murahnya biaya ini karena untuk semua perencanaan, pelaksanaan, dan maintenance dilakukan sendiri oleh personel KPDE.

Selain itu, sistem tersebut tidak menggunakan jaringan telepon, tetapi menggunakan gelombang frekuensi. Frekuensi bisa digunakan secara gratis karena tidak ada yang memanfaatkannya. Karena itu, pemerintah daerah tidak perlu membayar pulsa telepon. Biaya pun bisa ditekan serendah mungkin.

Ada dua gelombang frekuensi yang digunakan untuk jaringan. Jaringan antarsatuan kerja di wilayah kota menggunakan gelombang 2,4 MHz dan 5,8 MHz untuk antarkecamatan. (email: hnovitasari@jpip.or.id).
__________________
Download Mp3 Gratis di www.adminkidnet.co.nr
kalau mau pulsa gratis bisa di www.indonesian.co.nr
and jangan lupa kunjungi blog gw di www.adminkidnet.co.cc
Jawab


Alat Soal Cari Di Soal Ini
Cari Di Soal Ini:

Pencarian Lebih Lanjut
Mode Tampilan


Soal yang Berkaitan
Soal Pembuka Forum Jawaban
Soal Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Gia_Viana Sekolah dan Pelajaran Sekolah 40
Uji Kompetensi Teknologi informasi dan komunikasi (tik) Gia_Viana Sekolah dan Pelajaran Sekolah 1
Menkeu Bersikukuh Terapkan Pajak Lingkungan andree_erlangga Berita dan Peristiwa, Dari Anda 0
Lusa, Telkom terapkan perhitungan tarif baru 2 pratama_adi2001 Berita dan Peristiwa, Dari Anda 0
Teknologi Informasi andree_erlangga Humor dan Menjadi Pelawak 0



Baru pertama di Indonesia, Forum daerah hingga kedalaman
Kecamatan-Kelurahan-Rt-Rw-Jalan-Gang seluruh Indonesia (beta)

Lihat Forum Daerah Anda Sekarang

ii adalah forum/website/media pertama tempat berkumpul dan informasi lokal hingga kedalaman Kecamatan-Kelurahan-Rt-Rw-Jalan-Gang seluruh Indonesia. Tambahkan dan cari tahu informasi dan diskusi lokal seputar daerah anda, seperti acara dan event di daerah anda (menggantikan kartu undangan), keamanan dan peringatan, pengumuman pemerintah daerah, dll


Masih Baru di indonesiaindonesia.com? Tutorial Advanced

Cari di indonesiaindonesia



Translated to other languages thanks to vB Enterprise Translator 3.3.6
Powered by vBulletin® Version 3.6.8
Copyright ©2000 - 2010, Jelsoft Enterprises Ltd.
SEO by vBSEO 3.5.1 PL1

indonesiaindonesia.com bertujuan mempertemukan dan menyatukan semua orang indonesia dalam satu tempat, dalam satu waktu
menyambung silsilah setiap orang indonesia, sekaligus menjadi sumber informasi berbahasa indonesia terbesar di internet dalam forum
Sukses Kabupaten Sragen Terapkan Teknologi Informasi
Automatic Translations (Powered by Powered by Google):
Afrikaans Albanian Arabic Belarusian Bulgarian Catalan Chinese Croatian Czech Danish Dutch English Estonian Filipino Finnish French Galician German Greek Hebrew Hindi Hungarian Icelandic Indonesian Irish Italian Japanese Korean Latvian Lithuanian Macedonian Malay Maltese Norwegian Persian Polish Portuguese Romanian Russian Serbian Slovak Slovenian Spanish Swahili Swedish Taiwanese Thai Turkish Ukrainian Vietnamese Welsh Yiddish

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108