![]() Semua isi dan service website-website terbesar di internet, dalam indonesiaindonesia.com |
|
||||||||||
Organik : Sistem dan Produk Pertanian |
|
|
|
|
![]() |
|
|
LinkBack | Thread Tools | Display Modes |
|
#11
|
||||
|
||||
|
Masakan Organik dengan Cita Rasa yang Lebih Enak
Masakan Organik dengan Cita Rasa yang Lebih Enak
- 13 Jun 2006 11:58 Thomas Kaerst dari Deutsche Presse-Agentur menulis di Bangkok Post (11 Juni 2006) mengenai perubahan cara masak dan cita rasa makanan dari bahan organik. Dulu makanan organik sangat terbatas karena orang menghindari menggunakan kimia dalam bumbu masak. Dulu makanan organik adalah roti tawar, tahu yang elastis seperti karet dan makanan vegetarian yang tidak enak dan hambar. Tampilannya juga kurang menarik. Kini semuanya telah berubah di mana kita bisa dapatkan es krim dan hot dog yang organik. Hampir semua masakan saat ini bisa bersifat organik. Peter Roehrig dari German Association for Ecological Food di Berlin Jerman mengatakan bahwa kini orang bisa dapatkan sparkling wine dan pizza yang dibuat dari bahan organik. Kini orang mau membayar lebih mahal untuk makanan organik seperti kenyataan saat ini bahwa penjualan makanan organik mencapai 4 milyar Euro di Jerman dan 1.2 mlyar pound sterling di Inggeris. Perusahaan pembuat roti di Jerman kini menjual berbagai kue, kukis dan kue tart seperti black forest dari bahan organic. Permintaan masyarakat Jerman akan makanan ini terus meningkat. Bahan makanan (ingredients) tidak lagi dari tanaman yang menggunakan pestisida dan pupuk kimia. Produk akhir juga tidak menggunakan bahan pengawet atau pewarna kimia. Sebuah perusahaan pembuat es krim di Berlin juga menggunakan ethos yang serupa dan sudah dijual di gerai atau tempat penjualan es krim di sana. Bahan es krim adalah buah segar dan produk susu dari ternak yang dipelihara tanpa menggunakan bahan kimia. Namn masih sering terdapat kesulitan karena produk bahan baku yang betul-betul organik. Yang paling laris adalah yang dibuat dari strawberry yang tumbuh liar di alam. Masyarakat makin kritis akan sumber bahan baku dan es krim dari strawberry ini banyak disukai. Bahan baku es krim lain yang potensial lainnya adalah pisang yang biasanya jarang dipupuk dengan bahan kimia. Permintaan yang terus meningkat ini bukan hanya karena adanya kesadaran akan lingkungan tetapi juga makanan organik menjawab tantangan bagi mereka yang tidak tahan terhadap bahan-bahan kimia. Ada makanan yang dibuat dari susu kambing dan makanan yang bebas dari gula sama sekali. Pelanggan tidak keberatan kalau harus membayar lebih mahal yang penting adalah mereka lebih sehat. Selain itu di Jerman berkembang pesat makanan tradisional yang diproduksi secara organik seperti sosis, bakso, hotdog, mayonnaise dan kecap. Kini sedang berkembang pabrik bir organic. Sumber: Bangkok Post, 11 Juni 2006. |
|
| |
Thread Menarik Pilihan |
|
|
#12
|
||||
|
||||
|
Pertanian Organik Dunia: Lebih dari 31 juta hektar di seluruh dunia
Pertanian Organik Dunia: Lebih dari 31 juta hektar di seluruh dunia
- 2 Jun 2006 10:36 Lahan pertanian yang dikelola secara organik lebih dari 31 juta hektar seluruh dunia saat ini berdasarkan survei yang disampaikan melalui siaran pers Februari lalu. Dalam satu tahun bertambah sekitar lima juta hektar. Penambahan lahan organik terutama terjadi di Cina, dimana sekitar tiga juta hektar lahan pedesaan mendapat sertifikasi beberapa waktu lalu. Herta Krausmann, Direktur Managemen Numberg Global Fairs saat menyoroti pentingnya sejumlah perkembangan di Cina menyatakan, "Dalam rangka menghargai pertumbuhan produksi organik di Cina, proyek BioFach Cina, selama dua tahun bekerjasama dengan Numberg Global Fairs dan German Development and Investment Society (DEG), akan mengadakan acara yang pertama kalinya di akhir November 2006 di Shanghai. Acara tersebut juga untuk memacu pertumbuhan dan pengembangan produksi organik di Cina lebih lanjut." Berkaitan dengan luas lahan organik liar (alami), Australia memimpin dengan luas 12,1 juta hektar, diikuti Cina (3,5 juta hektar) dan Argentina (2,8 juta hektar). Lahan organik terbesar di dunia adalah Australia/Oceania (39%) diikuti Eropa (21%), Amerika Latin (20%), Asia (13%), Amerika Utara (4%) dan Afrika (3%). Sedangkan bila luas lahan pertanian organik dibandingkan dengan total area pertanian di wilayahnya, negara Austria, Switzerland dan Scandinavian memimpin. Misalnya Switzerland, lebih dari 10% lahan pertaniannya dikelola secara organik. Editor dari studi ini, Minou Yussefi dari Foundation Ecology & Agriculture (SOEL) dan Helga Willer dari Research Institute of Organic Agriculture (FiBL) mencatat bahwa penambahan terus menerus area pertanian organik beberapa tahun lalu bukan hanya karena besarnya ketertarikan pada pertanian organik, tetapi juga sebagai hasil meningkatnya akses informasi dan koleksi data studi yang up todate setiap saat. Sementara itu pada tahun 2004, nilai pasar produk organik seluruh dunia mencapai US $ 27,8 milyar (23,5 milyar EUR atau 243.200 milyar rupiah). Dengan pemasaran produk organik terbesar ada di Eropa dan Amerika Utara. Pertumbuhan pasar dan area lahan organik yang terus-menerus diharapkan terjadi di masa depan dengan meningkatnya dukungan pemerintah dan organisasi pengembangnya. Angela B. Caudle, Direktur Eksekutif IFOAM menekankan, "Dengan terus berkembangnya pasar produk organik di dunia, termasuk pasar di seputar Eropa dan Amerika Utara, seperti Brazil dan Timur Tengah, manfaat sistem pertanian organik pada skala luas akan menjadi lebih jelas." Studi global tentang pertanian organik akan dipresentasikan saat delapan tahun BioFach. Untuk pertama kalinya “Pertanian Organik Dunia” tidak hanya menyangkut informasi total area organik tetapi juga tentang fungsi lahan dan tanaman utama, serta gambaran terbaru situasi pasar dan trend yang muncul di seluruh benua, didukung oleh ahli terkenal di sektor organik. |
|
#13
|
||||
|
||||
|
organik lebih untung dari konvensional
Sariadi: organik lebih untung dari konvensional
Sebagai petani konvensional, akhirnya Sariadi merasakan adanya kerugian dari pertaniannya. Pengalamannya dalam pengendalian hama terpadu (PHT) menggugahnya untuk berfikir, apa saja untung rugi dari pertaniannya selama ini. Ternyata kerugian yang terjadi dari pertaniannya lebih kecil bila menggunakan teknik organik, tanpa pestisida dan pupuk kimia dengan hasil lebih untung. Bapak dua orang anak itupun mencoba bertani organik. Meski perlahan namun pasti, tekadnya untuk berorganik telah bulat. Langkah awal ditempuhnya dengan tidak menggunakan pestisida tetapi masih menggunakan pupuk kimia. Lalu dia pun tidak menggunakan pupuk. "Keuntungannya lebih besar dari yang memakai pupuk (konvensional), meskipun capek. Dengan pupuk kimia, satu hari lahan sudah bisa ditanami sedangkan tanpa pupuk kimia tapi dengan kompos atau bokasi, dua hari lahan baru bisa ditanami," ungkap Sariadi. Selama masa pemulihan lahan dari konvensional menuju organik mulai tahun 1997, Sariadi mengaku telah mengalami tiga musim tanam padi. Pada musim tanam pertama, hasil padi organik sebesar 220 kg/rante (400 m2), sedangkan konvensional (dengan pupuk dan pestisida kimia) menghasilkan padi 250 kg/rante. Pada musim tanam kedua, hasil padi organik sama dengan konvensional 250 kg/rante. Lalu musim ketiga, hasil padi organik lebih besar dari konvensional, yaitu 275 kg/rante, konvensional 250 kg/rante. "Bahkan untuk sekarang padi organik, kami bisa mencapai 300 kg/rante," tegasnya. Sedangkan harga gabah basah untuk padi organik mencapai 1800 rupiah dan konvensional 1500 rupiah. Harga tersebut relatif, sesuai permintaan yang berkembang di masyarakat. Petani yang juga sebagai Ketua Kelompok Tani Makmur Desa Pematang Jering itu berharap, langkah sederhananya menuju organik dapat berpengaruh terhadap meluasnya pertanian organik di luar desa Pematang Jering. "Kegiatan sekecil apapun yang menghasilkan produk tanpa residu pestisida, awalnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Lalu kita kembangkan ke tingkat kelompok bersama petani lain. Akhirnya meluaslah jaringan ke luar mengikuti bertani organik," ungkapnya. Ditambahkannya, langkah-langkah petani yang bertekad menuju organik akan lebih baik hasilnya dengan kemandirian. Dalam hal ini termasuk tidak tergantung pada benih asing. Petani dapat mengembangkan dan menghasilkan benih lokal sendiri. Kegiatan berorganik Sariadi itu dilakukan dengan petani lain di desa Pematang Jering mulai tahun 1997. Mereka tergabung dalam satu kelompok bertani organik di desa tersebut pada tahun 1999. Untuk mendukung upaya organik, petani Pematang Jering, Asahan, Sumatera Utara tersebut membuat pupuk bokasi, perangsang pupuk cair dan pestisida alami. Semua serba alami. Pertanian organik Pematang Jering menghasilkan beras organik jenis menthik. Luas lahan organik Pematang Jering 200 rante (80.000 m2 atau 8 ha). Pengembangan dan pemasarannya dilakukan petani bersama Sintesa yang mendampingi. Harapan Sariadi sebagai salah satu petani organik desa Pematang Jering itu mungkin bisa sedikit terwujud. Petani desa Tanah Rakyat mengikuti bertani organik pada tahun 2001. Sedangkan desa Bandaksa mulai tahun 2004. |
|
#14
|
||||
|
||||
|
Serbuk kayu sebagai substrat organik
Serbuk kayu sebagai substrat organik
Tatal/serbuk kayu hasil penggergajian dapat menghasilkan substrat organik untuk pertumbuhan tanaman dalam wadah secara intensif. Selain itu, substrat ini menguntungkan karena dapat didaur ulang dan lebih ekonomis dibanding substrat lain seperti tanah gembur atau serat kelapa. Para peneliti Public University of Navvare bekerja sama dengan Perusahaan Aralur di Ziordia (Navvare), menemukan dan mengembangkan substrat serutan kayu sebagai bahan baku tanaman. Hasil produk ini siap dipatenkan dan dipasarkan. Jenis substrat ini digunakan secara intensif pada pertanian dalam wadah dan sebagai bahan utama untuk tanaman rumah kaca (greenhouse). Tanaman dapat tumbuh dalam wadah kecil, meskipun dengan oksigen yang terbatas dan mencukupi akar. Ini karena substrat lebih menyerap dibandingkan tanah. Tanah normal dalam ruangan mengandung lebih kurang 50% udara, sedangkan substrat mengandung lebih kurang 90% udara, dan 10% bahan baku padat. Hal itulah yang menyebabkan mengapa substrat mempengaruhi proses pertumbuhan tanaman dan hasil yang lebih baik. Produktif, ekonomis dan dapat didaur ulang Pengembangan produk substrat serbuk kayu secara komersial disebut "FIBRALUR". Substrat serbuk kayu cemara hasil penyeratan proses industri. menghasilkan bahan baku yang terbaik untuk pertumbuhan jamur dan tanaman hidroponik lainnya, pembibitan tanaman dengan media selain tanah serta lahan sempit pembibitan sayuran dan tanaman hutan. Substrat tersebut dapat bersaing di pasar. Terutama digunakan untuk jamur dan tanaman hidroponik sebagai substrat tunggal, sedangkan untuk pembibitan tanaman, substrat seharusnya dicampur dengan tanah gembur. Pada umumnya tanah gembur merupakan substrat utama di seluruh dunia dalam teknik terbaik. Substrat tersebut biasanya dihasilkan dari daerah dingin Eropa bagian Utara (Finlandia, Swedia, Norwegia dll). Keuntungan produk yang dikembangkan oleh tim peneliti Public University of Navarre dan Perusahaan Aralur yaitu sebagai produk industri skala rumah tangga yang bernilai lebih ekonomi. Serat kayu yang dicampur tanah gembur merupakan substrat organik yang dapat didaur ulang. Untuk tanaman pada lahan, substrat yang telah dipergunakan dapat berubah kembali menjadi tanah, jika diberi pupuk kandang. Penyeratan kayu Substrat yang dihasilkan berasal dari proses penyeratan kayu untuk kertas, dimana seratnya lebih tebal dan panjang. Penyeratan tersebut melalui dua sampai tiga kali proses sampai menghasilkan substarat FIBRALUR sebagai serat tunggal. Untuk proses penyeratan pada kulit kayu pinus, selama pencucian menggunakan air dengan temperatur 90 – 1150C dan menghasilkan sellulosa yang mendekati murni, bebas phytotoxic, dan siap digunakan untuk substrat pertumbuhan tanaman pertanian. |
|
#15
|
||||
|
||||
|
Indonesia berpotensi mengekspor madu organik
Indonesia berpotensi mengekspor madu organik
Suatu saat Indonesia akan menjadi eksportir madu organik bila mampu mengelola dengan baik potensi madu hutannya. Indonesia memiliki luas hutan +/- 143 juta hektar dan sedikitnya 115 tanaman yang dapat menjadi sumber nektar. Namun dari sekitar 208,064 ton madu hutan yang ada saat ini (90% dari Kalimantan dan 10% dari Sulawesi), baru sekitar 27.265 ton atau 13% dari total madu yang berhasil dipasarkan. Dengan luas daratan selebar 193 juta hektar dan luas hutan +/- 143 juta hektar, ini merupakan lahan yang sangat luas untuk tanaman berbunga penghasil madu. Sedikitnya terdapat 115 tanaman yang dapat menjadi sumber nektar di Indonesia. Keadaan alam Indonesia ini sangat cocok untuk usaha peternakan lebah karena sangat kaya akan ragam tanaman berbunga. Kenyataan ini memungkinkan produksi madu di Indonesia dapat terjadi sepanjang tahun. Namun hingga saat ini madu hutan Indonesia masih sulit bersaing baik di pasar domestik apalagi di pasar luar negeri. Menurut Yulia Sri Sukapti, Koordinator Bolsa Nusantara yang merupakan fasilitator jaringan pemasaran produk lokal, yang salah satunya memasarkan produk-produk madu hutan Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI), dari sekitar 208,064 ton madu hutan yang dihasilkan oleh beberapa dampingan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Luwuk Utara, Alahaa (Kendari), Berau, Pelalawan (Riau), Meratus, Kedang Pahu, Air Hitam, Danau Sentarum, Tumbang Titi (Kalimantan Barat), yang sanggup dipasarkan oleh BOLSA Nusantara baru sekitar 27.265 ton atau 13% dari total madu yang dihasilkan oleh para petani madu hutan (Bolsa Indonesia baru mulai memasarkan madu organis sejak November 2005 - red). Madu-madu tersebut, 90% berasal dari Kalimantan dan sisanya, 10%, berasal dari Sulawesi. Madu hutan yang bersifat higroskopis (menyerap air) adalah salah satu sebab mengapa madu hutan Indonesia memiliki kadar air tinggi. Ditambah lagi para petani madu yang belum memperhatikan kualitas dan kontinuitas produknya semakin membuat madu hutan sulit bersaing dipasaran. "Kendala yang dihadapi dalam memasarkan madu hutan untuk industri adalah kualitas madunya. Standar nasional madu ternak, kadar airnya maksimal 22%. Sedangkan standar nasional madu hutan, kadar airnya maksimal 24%, namun jika sudah dituang ke botol, menjadi 27%. Ditambah lagi kontinuitas produk belum lancar," kata Yulia ketika ditemui beritabumi di kantornya di bilangan Bendungan Hilir, Jakarta. Hal senada dibenarkan oleh Widhi, Koordinator pemasaran PD Dian Niaga Jakarta, "Kualitas madu hutan tentu tidak bisa sesuai standar mereka (SNI madu ternak kadar air 22% - red), sedang madu hutan jaringan kita 24 -28%,” tutur Widhi. Kesenjangan informasi mengenai madu hutan yang belum banyak tersebar membuat masyarakat umum belum begitu mengenal madu hutan, harga yang lebih tinggi dari harga madu ternak bagi beberapa kalangan juga menjadi penghambat dalam pemasaran madu. Ditambah lagi kondisi masyarakat yang belum terlalu banyak menggunakan madu untuk keperluan sehari hari, semakin mempersempit ruang gerak para pemasar madu hutan. Keadaan ini membutuhkan waktu untuk mengedukasi konsumen. "Kita juga ada banyak pertanyaaan mengapa madu hutan kita encer? Apakah dicampur air? hal-hal seperti itu memang perlu waktu dan edukasi untuk menjelaskan proses panen madu hutan yang berbeda dengan madu ternak," kata Widhi. Saat ini, baik BOLSA Nusantara maupun PD Dian Niaga Jakarta, sedang mencari metode yang tepat, karena madu bukan merupakan bahan makanan utama yang sering dijumpai dan digunakan untuk keperluan sehari hari. Mereka juga mencoba dengan melewati jaringan antar lembaga yang peduli terhadap lingkungan, penjualan dengan modal konsinyasi dibeberapa tempat yang diperkirakan strategis, juga penjualan baik secara door to door, pameran, koperasi dll. PD Dian Niaga Jakarta juga berencana untuk membuka semacam tempat untuk pembelian langsung produk madu madu hutan Indonesia. Dan diharapkan bulan Maret 2006 sudah bisa difungsikan. |
|
#16
|
||||
|
||||
|
Pertanian organik untuk komoditi padi pada masyarakat Dayak di Kalimantan Barat
Pertanian organik untuk komoditi padi pada masyarakat Dayak di Kalimantan Barat
Pertanian organik selain ramah dengan lingkungan, juga tidak membahayakan manusia itu sendiri bila mengkonsumsi hasil-hasil pertanian organik, seperti padi/beras, sayuran dan buah-buahan. Hal ini tentu saja tidak dapat dilaksanakan apabila kondisi atau ketersediaan lahan tidak mendukung. Masyarakat Dayak Kanayatn di Pontianak-Kalimantan Barat, sejak dahulu kala hingga sekarang masih melakukan cara-cara pertanian organik ini, karena alam di Kalimantan Barat masih sangat mendukung proses kegiatan pertanian organik baik cuaca, relief, kesuburan tanah, pengairan dan lain-lain. Selain potensi wilayah yang sangat mendukung, keterkaitan pertanian organik inipun sangat identik dengan tradisi dan budaya Dayak Kanayatn seperti memelihara/melestarikan Timawakng, Kompokng, Padagi, Paburungan dan lain-lain yang bersahabat dengan alam. Proses pertanian organik ini selalu melibatkan sang pencipta. Hasil pertanian organik tidak hanya menghasilkan padi, tetapi juga dapat menghasilkan komoditi lain seperti sayuran (bayam, ketimun, ubi talas, ubi jalar, ubi kayu, cabe, terung dan lain-lain), tanaman lainpun selalu ditanam secara organik seperti buah-buahan dan tanaman keras lainnya. Dalam segi modal atau pembiayaan, usaha pertanian organik relatif kecil dan hampir semua lapisan masyarakat bisa melakukannya. Modal dapat ditekan seminimal mungkin, karena tidak perlu membeli pupuk, obat-obatan dan sarana produksi lainnya. Persiapan lahan pertanian organik Persiapan lahan untuk pertanian organik di wilayah Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Pontianak dan sekitarnya lebih khusus yang dilakukan oleh masyarakat suku Dayak Kanayatn, ada beberapa tahapan yaitu : Baburukng Kegiatan ini bersifat ritual adat dan dilaksanakan sebelum memulai pembukaan lahan untuk pertanian, dengan tujuan meminta petunjuk kepada Jubata (Tuhan YME) mana tempat/lahan yang cocok untuk pertanian (berladang atau bersawah). Ritual ini juga sebagai petunjuk tentang musim pelaksanaan pertanian (musim penghujan atau musim kemarau) dan sebagai petunjuk untuk antisipasi resiko serangan hama atau penyakit tanaman. Setelah acara ritual selesai dan mendapat restu dari Jubata (melalui suara burung/rasi) baru kemudian pertanian direncanakan. Ngawah Kegiatan ini dilakukan khusus untuk pertanian lahan kering (ladang = mototn), dengan tujuan minta ijin pada Jubata untuk memakai lahan tersebut. Lahan cocok dan boleh digarap bisa diketahui lewat rasi dan rasi juga sebagai petunjuk resiko serangan hama. Menebas Dilakukan pada pertanian di lahan kering dan lahan basah. Untuk lahan kering penebasan dilakukan hanya sebatas kayu dan rumput-rumput kecil, lalu dibiarkan membusuk selama satu sampai dua minggu. Tujuan pembusukan kayu dan rumput-rumput kecil, berguna sebagai pupuk. Menebang Dilakukan khusus untuk lahan kering dengan tujuan; menebang kayu-kayu yang agak besar, mengurangi resiko serangan hama (kera, tupai, burung dan lain-lain). Bila kayu-kayu besar dibiarkan selain menjadi sarang hama juga bisa menjadi bencana kecelakaan (tertimpa kayu) . Membakar lahan Khusus pertanian lahan kering dengan tujuan Natas/memberi batas ladang dengan lahan yang ada disekelilingnya, agar tidak terjangkit api pada saat membakar ladang dan supaya api tidak meluas ke wilayah lain. Acara ritual adat Noto Ngalabur (sifatnya sederhana), yaitu minta pertolongan Jubata agar pembakaran tidak menyebar keluar lahan pertanian dan minta maaf kepada Jubata atas segala hewan dan tumbuhan yang ikut terbakar pada saat pembakaran ladang tersebut. Penanaman dan Pemeliharaan Tanda selesai pembakaran ladang bila abu dan arang sudah bisa diinjak/sudah dingin, kemudian dilakukan penanaman jagung dan ubi/talas. Kayu atau ranting yang masih tersisa dikumpulkan dan dibakar, kemudian dibekas tempat pembakaran ditanami sayuran usia pendek seperti bayam, ansabi dan ketimun untuk dikonsumsi daunnya. Untuk perawatan padi, masyarakat Dayak pada umumnya melakukan : 1. Ngamalo Lubakng Tugal Kegiatan ini merupakan acara ritual adat yang dilakukan setelah padi atau tanaman lain telah tumbuh, dengan tujuan minta pertolongan kepada Jubata untuk ikut menjaga tanaman-tanaman tersebut agar tumbuh sehat dan kuat tidak hanyut oleh air dan tidak rebah oleh angin. Bila terserang hama atau penyakit, petani akan mengambil sedikt sisa atau bekas serangan tersebut untuk disimpan atau diletakkan dipersimpangan jalan pada sebatang kayu. Ritual ini untuk mengatakan kepada Awa Pama (roh halus) padi terserang hama atau penyakit, dan minta supaya menghentikan serangan hama atua penyakit tersebut. 2. Muang Parahu Kegiantan ini dilakukan oleh masyarakat sekampung bila ada serangan hama atau penyakit yang lebih besar, dengan tujuan untuk meminta pertolongan kepada Jubata agar membawa pergi semua serangan hama atau penyakit tersebut. Untuk lahan basah dilakukan menabur cincangan buah maja ke setiap saluaran air yang mengairi sawah, untuk membasmi serangan anjing tanah (salodok/orong-orong) dan ulat. Memasang ikatan sereh wangi disetiap saluran air, untuk mencegah serangan jamur dan ulat. Bila ditemukan ada serangan tikus, disetiap petak sawah diberi daun nanas yang diolesi kapur sirih dan minyak/lemak ular, agar kelihatan seperti ular pada malam hari dan membuat tikus takut. 3. Penyediaan pupuk Untuk lahan kering, pupuk hampir tidak dilakukan karena sudah dianggap mencukupi dan disediakan oleh alam dengan melakukan penyiangan dan membiarkan rumput/gulma yang dicabut dan digulung dengan rapi yang kemudian membusuk sendiri. Untuk lahan basah dilakukan penebasan gulma atau rumput, sisa gulma digulung kecil-kecil dan dipendam ke dalam tanah diantara rumpun-rumpun padi yang berguna sebagai pupuk. Selain itu menaburkan pupuk kandang dari kotoran ayam/sapi dilahan pertanian, dan juga menaburkan abu dapur atau abu bekas pembakaran sampah dilahan pertanian. Panen Pada musim panen, masyarakat Dayak melakukan kegiatan mengambil buah padi untuk diolah pertama kalinya, dimakan dan dipersembahkan kepada Jubata bahwa pertanian sudah siap panen, ritual ini disebut Matahatn. Kemudian panen selesai dilakukan dan semua padi sudah bersih dan rapi diadakan upacara syukuran yang disebut Naik Dango sebagai ungkapan terima kasih kepada Jubata. Pasca Panen Setelah panen selesai padi dijemur atau dikeringkan di dalam Baluh atau Dango Padi, agar padi tersimpan dengan aman dari serangan binatang juga terhindar dari anak-anak. Padi sengaja disimpan terpisah dari penghuni rumah/petani (tidak berada dalam satu tempat/rumah), tujuannya agar bila terjadi suatu hal/musibah padi tetap tersimpan dengan aman. Penutup Hal-hal yang perlu diperhatikan petani masyarakat Dayak : 1.Waktu (tanggal, hari dan musim), dengan tujuan agar usaha pertanian tidak gagal, terhindar dari serangan penyakit/hama dan bencana alam lainnya. Maka diperlukan kekompakan dan ketepatan waktu. 2.Jenis bibit, mengingat usia tanaman dan kemampuannya menyesuaikan tempat atau lokasi pertanian. Jenis bibit padi yang dipakai masyarakat Dayak untuk lahan kering; Antamu’ selain disimpan tahan lama, tangkainya panjang dan banyak anaknya. Ringka’, Pandan ladang, Padi Amas dan Pulut Mototn, padi ini terkenal lembut dan wangi. Untuk lahan basah Sipur, Sirendah, Siam, Poe’ Papuk/pulut sawah. Padi ini selain banyak anaknya, kuat batangnya, panjang tangkainya dan tahan lama disimpan. 3.Lokasi pertanian, perlu dimengerti benar dan disesuaikan dengan jenis bibit yang akan ditanam. Lokasi akan mempengaruhi daya tumbuh tanaman padi tersebut. Dalam mengelola lokasi pertanian lahan kering, petani masyarakat Dayak pada umumnya melakukan sistem ganti lahan atau gilir balik artinya lokasi yang dikelola tahun ini akan siap diolah kembali sekitar tiga tahun/lebih yang akan datang. Tujuannya untuk menjaga agar lahan tersebut tetap subur tanpa harus menggunakan pupuk buatan, dan keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Untuk mengolah lahan basah/sawah, petani masyarakat Dayak pada umumnya melakukan setahun sekali. Tujuannya agar lahan sawah tersebut tetap subur tanpa harus menggunakan pupuk buatan, yaitu dengan membuka bendungan air supaya lahan/sawah tetap kering dan subur. Jaesin Suparman, petani masyarakat Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat. (Catatan Redaksi: tulisan diambil dari makalah yang disampaikan pada acara “Workshop Pemetaan Pertanian Organik, di Wisma Realino |
|
#17
|
||||
|
||||
|
Pertanian organik berkembang pesat di seluruh dunia
Pertanian organik berkembang pesat di seluruh dunia
Pertanian organik saat ini mengalami booming yang pesat di seluruh dunia. Diperkirakan saat ini ada lebih dari 26 juta ha lahan pertanian yang di kelola dengan sistem pertanian organik. Luas lahan pertanian organik ini menunjukkan adanya pertambahan seluas 2 juta ha di bandingkan tahun 2004. Peringkat negara dengan lahan pertanian organik yang paling luas adalah Australia dengan total luas 11, 3 juta ha disusul Argentina 3 juta ha dan Italia, 1,2 juta ha. Namun persentase tertinggi luas lahan pertanian organik dibandingkan dengan luas total lahan pertanian seluruhnya diduduki oleh Austria, Swiss dan negara-negara Skandinavia. Di Swiss sendiri lebih dari 10 persen lahan pertaniannya dikelola dengan sistem pertanian organik. Dari segi produksi dan pemasaran negara-negara Amerika Utara meningkat pesat. Amerika Serikat sendiri menduduki peringkat teratas di sana dan berada pada posisi keempat terbesar di dunia. Produk organik digunakan untuk memenuhi konsumsi dalam negeri maupun ekspor. Antara tahun 1992 – 1997 saja luas lahan pertanian organik di Negara ini meningkat dua kali lipat sampai lebih dari 1,3 juta acre atau kurang lebih 526.500 ha. Pada tahun 2001 lahan pertanian organik produktif mencapai 2,3 juta acre (931.500 ha) walaupun hanya mewakili 0,3 persen lahan pertanian dan 0,2 persen. Kanada, salah satu negara di Amerika Utara, sendiri terus meningkatkan produk organiknya terutama biji-bijian. Selain itu negara ini juga memusatkan perhatian pada buah-buahan dan sayuran sebagai produk utama pertanian organik. Kebanyakan produk organik diekspor terutama ke AS. Di Mexico sendiri saat ini kuang lebih sudah ada 35.000 lahan pertanian skala kecil yang mengusahakan kopi, pisang, jeruk, kacang tanah, strawberry dan tanaman lain yang dikelola dengan sistem pertanian organik. Kebanyakan dari pertanian organik ini dikerjakan berdasarkan kontrak kerja dengan perusahaan-perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat. Di Amerika Selatan (Negara-negara Amerika Latin) terus meningkat di mana hasilnya terutama ditujukan untuk pasar ekpor. Salah satu motivasi atau pendorong berkembangnya pertanian organik adalah karena pengalaman buruk dari pengembangan tanaman hasil rekayasa genetika (Genetically Modified Crops) di mada ada ancaman kontaminasi lahan pertanian dan pasokan benih pertanian. Argentina sebagai negara penghasil produk dari tanaman hasil rekayasa genetika (GM) terbesar kedua di dunia juga adalah negara terdepan dalam urusan pengembangan pertanian organik di Amerika Latin. Argentina sendiri telah mengeluarkan peraturan nasional berdasarkan standar IFOAM (International Federation of Organik Agriculture Movement) atau Federasi Internasional Pergerakan Pertanian Organik dan Standar Eropa. Argentina juga merupakan perintis pengembangan peraturan peternakan organik. Pengembangan pertanian organik di Indonesia semakin maju. Namun data luas lahan pertanian organik dan produksi saat ini belum tersedia atau tidak dapat diandalkan. Harapan kita ada badan yang dapat dapat memfasilitasi proses survai untuk sensus luas lahan pertanian organik di Indonesia. Kita juga tidak memiliki data produk dan hasil pemasaran pertanian organik yang akurat. Untuk informasi lebih lanjut dapat dilihat pada pada tulisan Dr. Mae-Wan Ho yang dimuat dalam Press Release ISIS 13 September 2005 yang menjadi sumber tulisan ini. Tulisan berjudul Organic Boom Around The World ini mengungkapkan secara ringkas perkembangan luas, produksi dan pemasaran pertanian organik di seluruh dunia. Tulisan ini juga mengungkapkan tantangan untuk sertifikasi dan akreditasi serta konsentrasi produksi, pengolahan dan penyebaran pertanian organik dan produknya. |
|
#18
|
||||
|
||||
|
Produk organik paling sedikit terkontaminasi mikroba
Produk organik paling sedikit terkontaminasi mikroba
Para peneliti Inggris melakukan tes mikrobiologi dengan mengkontaminasikan mikroba pada sayuran segar organik. Sebanyak 15 sampel atau 0,5 persen dari 3.200 sampel sayuran segar organik positif terkontaminasi dan ditemukan mikroba jenis E. Coli atau Listeria ssp. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari resiko kemungkinan produk organik terkontaminasi. S.K. Sagoo dan Asosiasi dari Unit Pengawasan Lingkungan di London, bekerja sama melakukan tes pada 3.200 sampel sayuran yang berasal dari outlet, supermarket hingga delivery dengan box. Cara Hungerford dalam Newfarm , tanggal 29 Juli 2004, mengatakan bahwa buah-buahan dan sayuran di Amerika, relatif mengandung racun-hanya 1,4 - 3 persen. Sayuran terbagi menjadi dua karakteristik, diantaranya sayuran yang dikonsumsi hanya dengan mencuci dan mencabut langsung dari tanah seperti timun / cucumber, cabai/pepper atau tomat. Karakteristik ini digunakan Inggris untuk menentukan tingkat kontaminasi. Para peneliti menemukan E. Coli pada 1,5 persen sampel dari 3.200 sampel, dan hanya 0,3 persen yang terkontaminasi, atau 11 sampel. Listeria spp. (tidak termasuk L. Monocytogenes) terditeksi pada enam sampel dan empat dari enam sampel tersebut terkontaminasi Listeria monocytogenes, Salmonella spp., Campylobacter spp., sedangkan E. Coli 0157 tidak terdeteksi pada sampel manapun. |
|
#19
|
||||
|
||||
|
Pertanian organik baik bagi hidupan liar
Pertanian organik baik bagi hidupan liar
Laporan terbaru yang ditulis oleh staf dari English Nature dan the Royal Society, dengan meninjau kembali 76 studi pada kawasan burung dan ditemukan lahan organik lebih banyak hidupan liar dibandingkan lahan konvensional. Laporan pada PRESS RELEASE Soil Association ditujukan pada "intensifikasi dan ekspansi pertanian modern yang merupakan ancaman terbesar bagi keanekaragaman hayati di seluruh dunia. Lebih dari seperempat pada abad kedua puluh, secara dramatik sekelompok spesies dan asosiasi petani menolak seperti laporan di Eropa...Selama 50 tahun ke depan, ekspansi pertanian secara global mengancam keanekaragaman hayati seluruh dunia dan diketahui sebelumnya serangga bersisik (scale) dapat melawan perubahan iklim menjadi signifikan." Dalam laporan ditemukan bahwa : • Keberadaan burung, kupu-kupu, kumbang, kelelawar dan bunga liar pada lahan organik lebih banyak dibandingkan lahan konvensional. • Perbedaan penerapan pada spesies, diketahui menolak lahan atau konsekuaensi intensifikasi pertanian, kini data signifikan menjadi subjek aksi konservasi langsung (seperti pada skylark, lapwing, greater dan lesser horseshoe bat, corn buttercup). • Pengolahan secara organik jelas lebih menguntungkan skema agri-environment, karena secara keseluruhan menjadi subjek untuk standar organik, dibandingkan dengan area terbatas pada skema tersebut. • Pertanian organik mempunyai aturan permainan yang signifikan dalam meningkatkan hidupan liar dan perrsilangan pada petani lahan sempit di Eropa. Peter Melchett, Direktur Kebijakan Soil Association mengatakan bahwa “secara ilmiah hidupan liar menguntungkan dan kini pertanian organik dapat menepis keraguan di masa depan. Manusia merasakan bencana dengan kekuatan kecil di permukaan bumi menghilangkan hidupan liar dari pinggiran kota British pada 30 tahun yang lalu. Setiap orang berasumsi bahwa kerusakan itu menyakitkan dan tidak menyenangkan. Setiap orang akan senang dengan kesegaran, rasa makanan organik dari Britain, dan mereka juga membantu British untuk konservasi burung, lebah, kelelawar dan kupu-kupu. • "Hasil konfirm, para petani organik dapat menemukan lahan mereka untuk dekade: konversi ke organik dengan mengutamakan hidupan liar, mega diversity pada hidupan liar, dan spesies hidupan liar lmenolak lahan non organik pada 50 tahun yang lalu. Hasil keputusan pemerintah menetapkan untuk membayar petani organik duakali lebih dari petani non organik berdasarkan skema baru agri-enviroment dan diperkenalkan tahun depan." The Soil Association merupakan publikasi tinjauan, dan konfirmasi penemuan Soil Association telah dipubliasikan pada Mei 2000 (The Biodiversity Benefits of Organic Farming). Laporan tinjauan semua studi Soil Association diketahui membandingkan tingkat hidupan liar pada lahan organik dan lahan konvensional dan ditemukan semua lahan organik mendukung substansi tingkat tertinggi hidupan liar pada area lahan sempit, khususnya kelompok hidupan liar pada lahan sempit menolak. Paper tentang Does Organic Benefit Biodiversity telah dipublikasikan secara elektronik oleh journal Biological Conservation |
|
#20
|
||||
|
||||
|
Statemen Pangan Organik
Statemen Pangan Organik
The Advertising Standards Authority (ASA) telah mengakui statemen pangan organik dan perusahaan dapat menggunakannya dalam mempromosikan pertanian organik. Diketahui bahwa statemen pangan dan pertanian organik menguntungkan bagi kesehatan manusia, keselamatan hewan dan hidupan liar. Demikian dalam Press Release Soil Association. Statemen ini diterima oleh Committee on Advetising Practice (CAP) ASA untuk dipergunakan dalam periklanan, promosi bentuk leaflet dan penjualan sistem paket seperti kompetisi dengan promosi hadiah atau beli satu, gratis satu. Diantara 22 statemen yang diakui adalah : - Tidak ada sistem pertanian dengan standar tingkat tertinggi bagi keselamatan hewan dibanding kegiatan lahan organik pada standar Soil Association - Tidak ada pangan dengan jumlah menguntungkan tertinggi pada mineral, essential asam amino dan vitamin dibanding pangan organik - Metode terbaik adalah mengurangi keberadaan pestisida yang potensi berbahaya dan seharusnya mengkonsumsi pangan organik, serta menghindari pemakaian pestisida - Memakan pangan organik menjadikan orang terhindar dari hidrogenase ASA menjelaskan statemen ini berdasarkan hasil penelitian Soil Association. Pada beberapa tahun silam, sejumlah komplain telah dibuat ASA tentang klaim yang berkaitan dengan pangan organik, dan beberapa telah ditangani. Penelitian pangan organik relatif kurang dibandingkan pertanian non organik dan lebih dari 50 tahun yang lalu ada kesenjangan informasi pangan, namun beberapa penelitian kini telah dilakukan. Klarifikasi dapat dikatakan berkaitan dengan kesehatan dan keuntungan pangan dan pertanian organik secara luas, dan Soil Association mengumpulkan dokumen dengan menyiapkan fakta-fakta yang mendukung klaim dan kemudian diakui ASA. Martin Cottingham, Direktur Marketing Soil Association mengatakan,"kekuatan fakta-fakta di pangan organik ini baik bagi kesehatan dan lingkungan, serta perusahaan butuh kepercayaan ketika mereka menyampaikan manfaat pangan organik pada pelanggannya, tanpa rasa takut". Soil Association mengharapkan hasil penelitian yang telah mereka lakukan, dapat membuka cara pandang yang lebih positif hubungan antara gerakan organik dan ASA. "Hasil penelitian berikutnya akan muncul setiap saat: baru-baru ini para ilmuwan menemukan tingkat tertinggi Vitamin E, Vitamin A, anti oxidan dan omega 3 asam essensial fatty pada susu organik. Selanjutnya kami akan mempersiapakan informasi baru untuk ASA. Hampir semua orang yang memakan pangan organik sudah tahu manfaatnya bagi kesehatan dan kami akan melihat refleknya ketika produk organik terjual". Kutipan ini ada dalam dokumen "The Quality and benefits of organic food – what we can say" |
![]() |
| Thread Tools | |
| Display Modes | |
|
|
Similar Threads
|
||||
| Thread | OPening | Forum | Replies | |
| Pupuk organik dan kearifan lokal | naruto | Tempat Berkumpul Semua Orang Indonesia | 0 | |