Budidaya Belut
Semua isi dan service website-website terbesar di internet, dalam indonesiaindonesia.com


Go Back   indonesia > Spread the Knowledge for Everyone > Flora dan Fauna
Register for using indonesiaindonesia.com
Gabung Sekarang Email File Search Engine, Download AVI, MPG, MP3 Semua Video & Musik

Budidaya Belut

Reply
 
LinkBack Thread Tools Display Modes
  #11  
guest


 
Posts: n/a

Re: Budidaya Belut

Saya sangat tertarik dengan budidaya belut. Saya ingin mencoba budidaya belut, bagi siapa saja yang paham betul mengenai budidaya belut ini, mohon kesediaannya untuk berbagi dengan saya. Terimakasih
Enda Majiah
emajiah@yahoo.com
Reply With Quote
Thread Terbaru
Thread Menarik Pilihan
  #12  
guest


 
Posts: n/a

Re: Budidaya Belut

Bisakah saya tahu alamat email atau no.telp pak Ruslan Roy? Terimakasih

emajiah@yahoo.com
Reply With Quote
  #13  
guest


 
Posts: n/a

Re: Budidaya Belut

GOBES's ( Gabungan Orang Belut Semarang dan Sekitarnya )

Kami Gabungan Orang Belut Semarang dan Sekitarnya, didirikan 2 bulan yang lalu. Merupakan Ajang Komunikasi dan Sharing di Bidang Perbelutan. Dibawah bimbingan dan petunjuk senior kami Bp. Ahmad Sarkan dari Kuningan Jawa Barat. Kami diberi Kepercayaan untuk memasok Benih Belut beliau yang dari "Hasil Pemijahan" dan bukan dari tangkapan alam maupun setruman.

Kami juga mengadakan pelatihan "Teknik Budidaya Belut" ke Kuningan Jabar.
berangkat dari Semarang, Biaya Rp. 600.000 (makan, tavel pp,tidur, asuransi,materi), 2 hari 1 malam
bagi yang berminat silahkan hubungi kami
Budy Kuncoro,Spi
HP. 0818241024
Reply With Quote
  #14  
guest


 
Posts: n/a

Re: Budidaya Belut

Sy ingin mempelajari budidaya Belut, mohon info lengkapnya ! Mohon E-mail
ke setyo_eko2000@yahoo.com
Reply With Quote
  #15  
guest


 
Posts: n/a

Re: Budidaya Belut

Kepada Yth
Pengasuh kolom ini.

Kami adalah pendatang baru di kolom ini dan tertarik untuk menggeluti bisnis usaha pembesaran belut. Kami mendapatkan banyak manfaat/informasi dari tulisan2 yang ada di kolom ini.

Jika diperkenankan, kami mohon diberikan informasi mengenai alamat email atau nomor telepon dari pak Ruslan Roy di Jakarta Selatan.

mohon bantuan atau kerjasamanya untuk menghubungi kami di Lampung dengan nomor telepon 081369545534 (UPR AQUAPRIMA)

Demikian yang bisa kami sampaikan, lebih kurangnya kami mohon maaf.
Atas perhatian dan bantuannya kami mengucapkan banyak terima kasih.
Reply With Quote
  #16  
guest


 
Posts: n/a

Re: Budidaya Belut

kalau di purwikerto apa ada yang nampung hasil panen belut dalam partai besar ? mohon tanggapan trims.
Reply With Quote
  #17  
Masyarakat Baru


 
Posts: 1
Bintang Penghargaan : 0

Re: Budidaya Belut

asslam dan selamat semua, saya dimalaysia sedang mencari teknik terbaik menternak (budidaya?) belut dengan menggunakan sumber alam termudah. kelihatannya di sini ada yang boleh membantu.
mohon tunjuk ajar ya?. terima kasih.
ada sesiapa di bandung yang punyai
Reply With Quote
  #18  
Masyarakat Baru


 
Posts: 2
Bintang Penghargaan : 0

Re: Budidaya Belut

saya dari Tasikmlaya ada beberapa kolam yg siap di jadikan ternak belut(+/-satu kampung) dan siap untuk produksi saya mohon bantuan dan Jika diperkenankan diberikan informasi mengenai alamat email atau nomor telepon dari pak Ruslan Roy di Jakarta Selatan.
Reply With Quote
  #19  
Masyarakat Baru


 
Posts: 2
Bintang Penghargaan : 0

Re: Budidaya Belut

perkenalkan saya dari Tasikmalaya ada beberapa kolam yg siap untuk di jadikan ternak belut dan siap untuk produksi Jika diperkenankan, kami mohon bantuan dan bimbingan dalam hal berternak dan pemasaran serta diberikan informasi mengenai alamat email atau nomor telepon dari pak Ruslan Roy di Jakarta Selatan.mohon kirim ke email : ardy_andrian@yahoo.com
Reply With Quote
  #20  
andri_84spr's Avatar
Masyarakat Baru


 
Posts: 1
Bintang Penghargaan : 0

Re: Budidaya Belut

Quote:
Originally Posted by nurcahyo View Post
Membesarkan belut hingga siap panen dari bibit umur 1-3 bulan butuh waktu 7 bulan. Namun, Ruslan Roy, peternak sekaligus eksportir di Jakarta Selatan, mampu menyingkatnya menjadi 4 bulan. Kunci suksesnya antara lain terletak pada media dan pengaturan pakan.

Belut yang dipanen Ruslan rata-rata berbobot 400 g/ekor. Itu artinya sama dengan bobot belut yang dihasilkan peternak lain. Cuma waktu pemeliharaan yang dilakukan Ruslan lebih singkat 3 bulan dibanding mereka. Oleh karena itu, biaya yang dikeluarkan Ruslan pun jauh lebih rendah. Selain menekan biaya produksi, panen dalam waktu singkat itu mampu mendongkrak ketersediaan pasokan, ujar Ruslan.

Pemilik PT Dapetin di Jakarta Selatan itu hanya mengeluarkan biaya Rp8.000 untuk setiap kolam berisi 200 ekor. Padahal, biasanya para peternak lain paling tidak menggelontorkan Rp14.000 untuk pembesaran jumlah yang sama. Semua itu karena Ruslan menggunakan media campuran untuk pembesarannya.
Media campuran

Menurut Ruslan, belut akan cepat besar jika medianya cocok. Media yang digunakan ayah dari 3 anak itu terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg.

Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam, ujar peraih gelar Master of Management dari Philipine University itu.

Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, zooplankton, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit dimasukkan.
Pakan hidup

Berdasarkan pengalaman Ruslan, sifat kanibalisme yang dimiliki Monopterus albus itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, saya dapat memasukkan hingga 9.400 bibit, katanya.

Pakan yang diberikan harus segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak Curcuma xanthorhiza. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi, ujar Ruslan.

Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.
Hujan buatan

Selain pakan, yang perlu diperhatikan kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati, ujar Son Son. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.

Kehadiran hama seperti burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali, tutur Ruslan.

Suhu air pun perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28oC. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32oC, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Son Son menggunakan shading net dan hujan buatan untuk bisa mendapat suhu 26oC. Bila terpenuhi pertumbuhan belut dapat maksimal, ujar alumnus Institut Teknologi Indonesia itu.

Shading net dipasang di atas kolam agar intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang. Selanjutnya 3 saluran selang dipasang di tepi kolam untuk menciptakan hujan buatan. Perlakuan itu dapat menyeimbangkan suhu kolam sekaligus menambah ketersediaan oksigen terlarut. Ketidakseimbangan suhu menyebabkan bibit cepat mati, ucap Son Son.

Hal senada diamini Ruslan. Jika tidak bisa membuat hujan buatan, dapat diganti dengan menanam eceng gondok di seluruh permukaan kolam, ujar Ruslan. Dengan cara itu bibit belut tumbuh cepat, hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen.
Assalamualaikum
Pak Nurcahyo bisa bantu kasih info di mana saya bisa dapatkan benih belut?
kalau bisa yang dekat kota malang
atas pehatian bapak kami ucapkan terima kasih

andri hidayat
jl cakalang Malang
email: andri_84spr@yahoo.co.id
Reply With Quote
Reply


Thread Tools
Display Modes



Similar Threads
Thread OPening Forum Replies
Banyak Kendala Budidaya Jagung Hibrida nurcahyo Flora dan Fauna 2
Belut - Peribahasa Movistar Penulis, Buku, Sastra dan Bahasa 0


Masih Baru di indonesiaindonesia.com? Tutorial Advanced

Cari di indonesiaindonesia



Powered by vBulletin® Version 3.6.8
Copyright ©2000 - 2008, Jelsoft Enterprises Ltd.
Content Relevant URLs by vBSEO 3.1.0

Semua orang indonesia berkumpul di indonesiaindonesia.com, menyatukan semua orang indonesia dalam satu website
forum berfungsi mendapatkan jawaban dari semua pertanyaan dalam berbagai bidang, dan menjadi sumber informasi berbahasa indonesia terbesar di internet
posting dan komentar merupakan opini publik, isi di luar tanggung jawab indonesiaindonesia.com
Budidaya Belut