Sekarang giliran KPK vs DPR

madAs

New member
Isu rencana pemotongan anggaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tidak relevan dengan tudingan KPK lambat dalam menindaklanjuti Angket Century dari DPR. "Undang-undang mengatakan, hasil Angket bukan alat bukti," kata Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana dalam diskusi Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Rabu (17/3)

Denny mempertanyakan sikap DPR yang mengaitkan kasus Century dengan pemotongan anggaran KPK. Dia tegaskan, hasil Panitia Khusus (Pansus) Angket Century di DPR dinilai bukan alat bukti. "Apakah anggaran KPK dipotong atau tidak, yang paling penting adalah adanya alat bukti kasus Century," ujar Denny seperti dilansir VIVAnews.

Sebelumnya, anggota Fraksi Gerindra Ahmad Muzani menilai anggaran KPK disarankan dipotong apabila tidak serius dan tidak optimal dalam melaksanakan rekomendasi Pansus Angket Century DPR. "Kalau KPK tidak maksimal mungkin Badan Anggaran DPR perlu mempertimbangkan usulan itu (pemotongan anggaran)," ujar Ahmad Muzani, yang juga anggota pansus Century dari Fraksi Gerindra.

Indonesia Corruption Watch (ICW) juga menyesalkan bila akhirnya pemotongan anggaran KPK diputuskan DPR. "Kita minta DPR untuk menggunakan akal sehatnya dalam berpolitik," kata Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Pengadilan ICW Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (16/3). Bila pemotongan anggaran diputuskan, maka yang terjadi adalah adanya dukungan kepada korupsi. "Jika benar ini dilakukan itu sama dengan melawan pemberantasan tindak pidana korupsi yang dilakukan KPK," kata Denny.


http://politik.tvone.co.id/berita/view/34422/2010/03/17/anggaran_kpk_terancam_dikurangi/

Dan pada Apa Kabar Pagi Indonesia hari ini, terlihat si orang DPR tidak bisa menangkap dengan baik alasan KPK tidak bisa menjadikan hasil angket Pansus Century sebagai alat bukti.Dia malah menuduh pihak KPK sama sekali tidak menghargai posisi DPR dalam struktur sistem demokrasi.Bahkan sampai membawa nama-nama rakyat lah, menyamakan hasil voting seperti surat kaleng.Apa seperti ini yang pantas mereka tunjukkan sebagai bentuk tanggung jawab kepada rakyat.

Nah, sekarang giliran rakyat yang berbicara menanggapi 'perseteruan' 2 lembaga negara yang sama-sama mengatas namakan rakyat.
 
Bls: Sekarang giliran KPK vs DPR

Isu rencana pemotongan anggaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai tidak relevan dengan tudingan KPK lambat dalam menindaklanjuti Angket Century dari DPR. "Undang-undang mengatakan, hasil Angket bukan alat bukti," kata Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana dalam diskusi Apa Kabar Indonesia Pagi di tvOne, Rabu (17/3)

Denny mempertanyakan sikap DPR yang mengaitkan kasus Century dengan pemotongan anggaran KPK. Dia tegaskan, hasil Panitia Khusus (Pansus) Angket Century di DPR dinilai bukan alat bukti. "Apakah anggaran KPK dipotong atau tidak, yang paling penting adalah adanya alat bukti kasus Century," ujar Denny seperti dilansir VIVAnews.

Sebelumnya, anggota Fraksi Gerindra Ahmad Muzani menilai anggaran KPK disarankan dipotong apabila tidak serius dan tidak optimal dalam melaksanakan rekomendasi Pansus Angket Century DPR. "Kalau KPK tidak maksimal mungkin Badan Anggaran DPR perlu mempertimbangkan usulan itu (pemotongan anggaran)," ujar Ahmad Muzani, yang juga anggota pansus Century dari Fraksi Gerindra.

Indonesia Corruption Watch (ICW) juga menyesalkan bila akhirnya pemotongan anggaran KPK diputuskan DPR. "Kita minta DPR untuk menggunakan akal sehatnya dalam berpolitik," kata Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Pengadilan ICW Febri Diansyah di Jakarta, Selasa (16/3). Bila pemotongan anggaran diputuskan, maka yang terjadi adalah adanya dukungan kepada korupsi. "Jika benar ini dilakukan itu sama dengan melawan pemberantasan tindak pidana korupsi yang dilakukan KPK," kata Denny.


http://politik.tvone.co.id/berita/view/34422/2010/03/17/anggaran_kpk_terancam_dikurangi/

Dan pada Apa Kabar Pagi Indonesia hari ini, terlihat si orang DPR tidak bisa menangkap dengan baik alasan KPK tidak bisa menjadikan hasil angket Pansus Century sebagai alat bukti.Dia malah menuduh pihak KPK sama sekali tidak menghargai posisi DPR dalam struktur sistem demokrasi.Bahkan sampai membawa nama-nama rakyat lah, menyamakan hasil voting seperti surat kaleng.Apa seperti ini yang pantas mereka tunjukkan sebagai bentuk tanggung jawab kepada rakyat.

Nah, sekarang giliran rakyat yang berbicara menanggapi 'perseteruan' 2 lembaga negara yang sama-sama mengatas namakan rakyat.

Siapa gerangan dalang dibalik semua itu? (pasti bukan aku)
 
Bls: Sekarang giliran KPK vs DPR

DPR mungkin merasa jadi Bos nya KPK
bisa main potong anggaran seenaknya
karena KPK dituduh ga aspiratif terkait kasus Century yg digulirkan DPR
====================================================
baiknya KPK balik aja mengancam
klo DPR berani potong anggaran buat KPK
maka makin banyak anggota DPR masuk bui :))
 
Bls: Sekarang giliran KPK vs DPR

Kira2 pada ngerti fungsinya masing2 gak sih yah...
DPR sebagai orang politik kaya gak ngerti prosedur hukum, KPK juga kurang memahami situasi politik pada kasus ini
 
Bls: Sekarang giliran KPK vs DPR

kebanyakan anggota DPR ini over acting
udah mental suap masih pura2 pro rakyat
 
Bls: Sekarang giliran KPK vs DPR

gk ada yang bener semua pejabat (pengangguran jawa barat)...wkekkeke
di negeri ini bingung mau bela
yang mana dua2nya salah...
 
Bls: Sekarang giliran KPK vs DPR

gk ada yang bener semua pejabat (pengangguran jawa barat)...wkekkeke
di negeri ini bingung mau bela
yang mana dua2nya salah...

ga ada yang bisa d bela
yang terpenting kita sebagai masyarakat ga boleh berbuat anarkis dgn mengusung atasnama rakyat
 
Bls: Sekarang giliran KPK vs DPR

Drama yang semakin menarik!
Ada yang pengen bikin filmnya gak yah...??

wah seru itu film nya,kayak film andi lau yang berjudul internal affair

dimana institusi kepolisian banyak terlibat dengan bos mafia
 
Bls: Sekarang giliran KPK vs DPR

wah seru itu film nya,kayak film andi lau yang berjudul internal affair

dimana institusi kepolisian banyak terlibat dengan bos mafia

Wah bisa bakalan keren tuh, tapi biar gak kehilangan taste of Indonesia, mesti dicampur ama hal2 mistik.
Ntar endingnya para mafia n koruptor itu dimakan aja ma GRANDONG...
 
Bls: Sekarang giliran KPK vs DPR

ada wacana dari salahsatu ketua fraksi PDIP supaya jendral Susno d angkat jadi ketua KPK
 
Bls: Sekarang giliran KPK vs DPR

ada wacana dari salahsatu ketua fraksi PDIP supaya jendral Susno d angkat jadi ketua KPK

setuju setuju setuju gue

pak susno emang pantas di angkat menjadi ketua KPK

gue harap pak susno jadi ketua KPK

biar krupsi dan markus serta mafia mafia lain pada keder
 
Bls: Sekarang giliran KPK vs DPR

dan pada akhirnya,,semuanya hialng bersama debu2 yang berterbangan,,,, just wait and see!!!!!!!!!!!!!!
 
Back
Top